Kasus Covid-19 Meningkat Tajam, Gubsu Edy Aktivasi Isoter Asrama Haji

MEDAN — LIPUTAN68.COM — Asrama Haji Medan diaktivasi lagi sebagai isolasi terpadu atau isoter. Ini seiring kasus Covid-19 meningkat tajam dalam beberapa minggu terakhir di wilayah Sumatera Utara.

Menurut Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, isoter Asrama Haji Medan kembali dibuka karena isolasi mandiri (isoman) tidak efektif.

“Tujuannya isolasi terpusat ini akan kita buka, jadi pelan-pelan kita tidak memberlakukan isoman, karena isoman tidak sama sekali efektif,” katanya menjawab wartawan di Asrama Haji Medan, Jalan Abdul Haris Nasution, Senin (21/2/2022).

Ia menyebut, per hari ini data isoman sampai 14.500, sedangkan isoter hanya 400 orang. Isoman tidak efektif, kata Edy, karena kondisi rumah yang tidak memadai. Selain itu, obat-obatan bagi pasien yang isoman juga tidak terjamin.

Dampaknya, timbul klaster keluarga. Hal ini karena pasien yang isoman bercampur dengan keluarganya di dalam rumah yang tidak terpapar virus.

“Untuk mengatasi itu, kebijakan kita semua termasuk dari satgas dan Forkopimda melakukan isoter, membuka isolasi terpusat,”    tuturnya.

Isolasi terpusat ini, lanjut dia, akan disiapkan bagi warga dari luar Kota Medan yang terpapar virus Corona. Warga yang terpapar itu akan dijemput oleh tim Satgas Penanganan Covid-19 Sumut.

“Aparat kesehatan semua monitor, Babinsa, Babinkamtibmas di desa-desa monitor. Ada yang terpapar, siapkan, jemput kemari. Yang jemput kemari pun jangan sembarangan, pakai APD, keselamatan kalian yang utama, baru kalian membantu yang lain,” ujarnya.

Edy mengatakan saat ini baru 36 bed yang tersedia di satu gedung Asrama Haji. Hal ini karena gedung-gedung yang lain masih digunakan untuk kegiatan yang lain.

Karenanya ia meminta agar seluruh kabupaten dan kota yang ada di Sumut juga menyiapkan tempat isoter di daerahnya masing-masing. Hal ini untuk mengendalikan penyebaran virus Corona terutama varian Omicron.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *