Respons Sandiaga Uno Terkait Insiden UAS di Singapura

Jakarta — Liputan68.com | Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno merespons kabar Ustadz Abdul Somad (UAS) yang mengaku dideportasi dari Singapura saat ingin berlibur bersama keluarga.

“Begitu mendapatkan berita ini, saya langsung mengumpulkan beberapa informasi serta mendapatkan kronologi dan saya konfirmasi ke pihak KBRI di Singapura. Dan dari laporan Pak Dubes (Duta Besar) ada beberapa informasi yang didapatkan oleh Imigrasi Singapura,” ujar Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, seperti dikutip dari Antara, Selasa (17/05/2022).

Sandiaga meminta publik tidak berprasangka terlebih dahulu dan memastikan informasi benar dan menyeluruh. Pasalnya, UAS merupakan ulama besar yang sangat dihormati serta turut menjadi penggerak ekonomi kreatif, juga kerap membantu mempromosikan destinasi wisata berbasis religi.

Untuk itu, Sandiaga akan mengecek informasi dugaan UAS yang dideportasi ke pihak Kementerian Luar Negeri dan Singapura. Dia mengharapkan tidak ada yang tercederai dalam kasus ini mengingat Indonesia dengan Singapura negara bersahabat.

“Saya baru saja kembali dari sana dan jumlah wisatawan Singapura sekarang menduduki nomor dua tertinggi di Indonesia, Dengan pembukaan Batam-Bintan ini harapannya kita juga akan meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara itu melalui Singapura,” ujarnya.

UAS sempat menulis dan membenarkan dirinya telah dideportasi oleh Imigrasi Singapura melalui akun media sosialnya.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *