Jakarta – Liputan68.com – Peneliti Politik dari Norththem Illinois University, Azriansyah Agies menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu Pancasila. Sebab mereka belum mendapat pemahaman yang jelas proses terbentuknya Pancasila.
“Bagaimana Pancasila bisa dipahami tidak hanya pejabat intelektual atau sastrawan atau seniman itu adalah jelaskanlah Pancasila sejelas jelasnya. Caranya untuk menjelaskan harus diceritakan bagaimana nilai-nilai ini bisa tumbuh, bagaimana nilai-nilai ini bisa begitu lekat dengan proses terbentuknya negara bangsa yang bernama Indonesia itu,” kata Azriansyah dikutip Liputan68.com dalam suatu diskusi yang diadakan oleh detik.com, Rabu (01/06/2022).
“Karena kalau menurut saya, dari apa yang saya alami dalam hidup dan cerita teman-teman, baik sebaya, lebih tua dari saya atau lebih muda dari saya, banyak yang bukan tidak paham, tapi tidak terpapar proses terbentuknya negara ini seperti apa. Kenapa Indonesia itu lahir, kenapa lahirnya setelah perang dunia kedua dan kenapa berbentuk republik, kenapa tiba-tiba setelah proklamasi,” lanjutnya.
Azriasnsyah menuturkan pemahaman tentang Pancasila harus disampaikan dalam perspektif yang komporatif. Menurutnya untuk menjelaskan apa itu Pancasila perlu dilakukan secara bertahap mula dari kronologi terbentuknya Indonesia.
“Dan ini harus disampaikan dalam perspektif yang komparatif, bagaimana sih negara lain terbentuk. Kenapa step information itu penting, karena kita tidak terpapar bagaimana sih negara ini terbentuk tidak hanya gagasan ya, tetapi kronologinya, perjalanannya kenapa Pancasila bisa sebegitu vitalnya di negara kita, nah itu yang harus kita jelaskan. Perdebatan di BPUPKI itu bagaimana,” ujarnya.
Azriansyah menilai pancasila merupakan puncak kesepakatan ideologi dari macam-macam etnis dan agama. Pancasila juga dinilai sebagai sebuah kesepakatan membentuk suatu bangsa.
Pancasila semacam puncak kesepakatan dari kelompok-kelompok yang berbeda entah berbeda etnis, agama, bahkan bahasanya pun berbeda yang kemudian bersepakat membentuk suatu bangsa,” ucapnya.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Freedom Institute, Rizal Mallarangeng menilai presiden pertama RI Sukarno memiliki peran penting dalam memberi pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila. Sebab Sukarno merupakan sosok yang pandai menulis dan menyampaikan pesan.
