Denpasar, Liputan68.com – Generasi milenial sebagai representasi generasi muda harus lebih aktif dalam politik untuk menegakkan etos politik berlandaskan Pancasila. Dan memerangi sikap-sikap intoleransi demi memperkuat nilai-nilai pluralisme melalui jalan politik dan untuk membentengi berkembangnya politik identitas.
Hal itu dikemukakan oleh Ketua Forum Bela Negara (FBN) Bali, Agustinus Nahak, SH, MH. saat Peringatan Hari Lahir Pancasila di Denpasar, Rabu (1/6/2022).
Menurutnya, Sudah saatnya generasi milenial memperoleh pendidikan politik, yang mengajarkan nilai-nilai politik dan bernegara. Karena banyak keputusan politik akan berpengaruh ke berbagai sendi kehidupan. Kesadaran politik pada masyarakat bisa dimulai dari generasi mudanya lagipula generasi milenial masih ‘fresh’ pikirannya dan jauh lebih terbuka terhadap nilai-nilai kebangsaan karena belum terkontaminasi oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
“Tak heran, di panggung politik Indonesia, mereka banyak didekati tokoh-tokoh politik. Hanya saja, tingkat ketertarikan kaum milenial terhadap politik ternyata masih rendah. Hasil survei menunjukkan, bahwa 80 persen generasi muda atau milenial jarang membicarakan politik,” terang Agustinus.
