leh : Selwa Raja, Mbp.
OM Avighnam Astu Namo Sidham.
OM Anno Badrah Kratvo Yantu Visvatah.
OM Swastyastu,
Secara etimologi Catur Asrama berasal dari bahasa sansekerta yaitu kata catur dan asrama. Catur berarti empat dan asrama berarti tempat atau lapangan.
Dalam hal ini asrama diartikan sebagai jenjang kehidupan. Jadi Catur Asrama merupakan empat tataran jenjang kehidupan yang berlandaskan petunjuk kerohanian Hindu.
Bagian-bagian catur asrama meliputi :
I. Brahmacari.
II. Grhasta.
III. Wanaprasta.
IV. Bhiksuka
I. Brahmacari
Brahmacari merupakan tingkatan bagi seseorang yang sedang menuntut ilmu pengetahuan. Brahmacari dilakukan sebelum memasuki masa berumah tangga atau Grhasta.
Tetapi implementasinya sekarang banyak orang – orang yang sudah memasuki masa Grhasta tetapi masih menuntut ilmu.
Bagaimana dengan hal ini ? Perlu diketahui masa Brahmacari zaman dahulu beda dengan sekarang. Kalau dahulu selama masa brahmacari memang benar–benar menuntut ilmu sampai tuntas.
Seperti dalam cerita Ramayana bahwa Rama dan saudara – saudaranya menuntut ilmu sampai tuntas, baru setelah itu mereka dikembalikan kepada orang tuanya. Kalau sekarang banyak faktor yang mempengaruhi mungkin dari segi ekonomi, sosial, dan budaya. Jadi masa Brahmacari tidak lagi murni menuntut ilmu.
Secara garis besar Brahmacari dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
A. Sukla Brahmacari
B. Sewala Brahmacari
C. Kresna Brahmacari
A. Sukla Brahmacari
Sukla brahmacari adalah orang yang tidak kawin dari sejak lahir sampai ia meninggal dunia. Tugasnya hanya mengabdi kepada Agama.
Orang yang melaksanakan Sukla Brahmacari dengan sungguh-sungguh maka dalam ingatannya tidak ada terlintas nafsu seks dan beristri.
Kesadaran melaksanakan Sukla Brahmacari ini memang tumbuh dari getaran bathin dan hatinya yang suci murni.
B. Sewala Brahmacari
Sewala brahmacari adalah orang yang hanya kawin satu kali, tidak kawin lagi.
Bila mendapatkan halangan salah satu meninggal, maka ia tidak kawin lagi sampai datang ajalnya.
