SERDANG BEDAGAI – LIPUTAN68.COM – Tugimin Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ingin mencalonkan diri di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara pada tulisan Artikelnya tentang Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024
” Puja dan puji diucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kita Kesehatan, kesempatan untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari, sehingga penulis dapat Menyusun makalah ini. Shalawat beriring salam kita hadiahkan kepada Junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang merubah pola pikir manusia dari generasi Jahiliyah hingga generasi seperti yang kita rasakan sekarang ini “, Katanya. Sabtu (20/5/2023).
Dan Pemilu Indonesia itu sungguh kompleks. Kompleksitasnya tidak saja disebabkan oleh sistem pemilihan yang digunakan, jumlah pemilih yang tersebar di berbagai wilayah dengan kondisi geografis berbeda, jenis dan jumlah kursi yang diperebutkan, jumlah partai politik, calon anggota legislatif, dan calon pejabat eksekutif yang berkompetisi, tetapi juga oleh lembaga penyelenggara yang terlibat mengurus pemilu.`
Dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum, anggota Bawaslu Provinsi juga dapat dipengaruhi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu, baik yang sejalan maupun tidak sejalan dengan misi Bawaslu.
Pihak yang dapat dijadikan mitra kerja dalam mendukung misi Bawaslu adalah Pemerintah dari tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa, Pengawas di Tingkat TPS, Aparat Penegak Hukum seperti kepolisian, kejaksaan maupun Pengadilan, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Tim Pemantau Pemilu yang telah terdaftar secara resmi pada pemerintah baik dari dalam maupun luar negeri, Perguruan Tinggi, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama.
Sedangkan pihak-pihak yang harus diwaspadai yang dapat mengganggu misi Bawaslu adalah oknum tertentu yang ada di dalam Partai Politik maupun calon perseorangan yang mempunyai kepentingan dan melakukan kecurangan sehingga pemilu dapat terganggu.
Makalah ini dibuat merupakan persyaratan untuk menjadi anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, semoga bermanfaat dan menjadi acuan bagi penulis maupun bagi yang membacanya dalam melaksanakan pengawasan dalam kepemiluan khususnya di Daerah. Demi kesempurnaan makalah ini selanjutnya sangat dibutuhkan Kritik dan Saran, semoga kita bisa menjadi Tauladan bagi sesama untuk mencapai apa yang kita harapkan.
Visi Misi dan Strategi Kebijakan Calon Anggota BAWASLU Provinsi Sumatera Utara.
VISI :
Menciptakan pengawasan PEMILU yang Berdemokrasi, Berkualitas dan Bermartabat menuju Pemilu 2024 di Provsu yang Tertib, Aman, Kondusif dan Sejahtera.
MISI :
– Menjadikan BAWASLU yang mandiri dan Non-Partisan.
– Bekerja secara Transparan, Jujur, Adil dan Bijaksana sehingga mendapat Legitimasi hukum dan Publik.
– Melakukan pengawasan Pemilu sesuai peraturan Per Undang Undangan.
– Meningkatkan Partisipasi dan Antisius masyarakat di dalam pengawasan Pemilu.
– Penguatan kelembagaan dengan membangun kerjasama dengan pihak yang terkait dan mewujudkan Pemilu yang LUBER dan JURDIL.
STRATEGI KEBIJAKAN
– Menjadikan BAWASLU Provsu sebagai Lembaga yang Kuat, Profesional dan Bermartabat sehingga dipercaya Publik.
– Menumbuh kembangkan Partisipasi dan Antusiasme masyarakat dalam Pengawasan berbasis pada masyarakat.
– Senantiasa melaksanakan Proses tindak lanjut temuan dan laporan pelanggaran secara Transparan dan Proporsional dan Profesional.
– Tindak tegas pelaku pelanggaran Pemilu sesuai Per undang undangan dan aturan yang berlaku.
– Mendokumentasikan semua hasil kerja Pengawasan dengan Tertib dan Sistematis.
– Menciptakan BAWASLU harmonis dalam Kebersamaan dan Kekeluargaan.
Saya seorang insan ciptaan Allah SWT yang terlahir 42 tahun yang lalu dari keluarga petani/karyawan perkebunan PTPN IV Adolina pada salah satu Desa Melati II Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara, anak ketiga dari Sembilan bersaudara yang dilahirkan pada tanggal 08 Agustus 1980 dari pasangan Risman dan Tuminah yang diberi nama oleh kedua orang tua saya Tugimin, terlahir dari keluarga sederhana dan seorang anak petani/karyawan perkebunan padi/kelapa sawit, saya semasa kecil sangat disenangi dan disayangi saudara-saudari dan sanak keluarga saya.
Saya menempuh pendidikan formal SD tepatnya di SD Negeri 101941 Desa Melati II Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai.
Jarak sekolah yang tidak jauh dari dusun saya sekitar kurang lebih 1 Kilometer yang ditempuh dengan berjalan kaki tidak menyurutkan niat belajar saya demi untuk mendapatkan ilmu, dengan semangat dan kegigihan akhirnya bisa menamatkan sekolah dasar dengan baik.
Tidak sampai disitu demi menggapai cita-cita, saya melanjutkan pendidikan di SMP Swasta Melati yang berada di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, selama tiga tahun menimbah ilmu dan belajar membuat kedewasaan dan kemandirian semakin tertanam dalam diri saya pribadi bagaimana menjadi seorang yang mempunyai tanggungjawab terhadap tuntutan yang ingin digapai setinggi mungkin demi masa depan yang lebih baik.
Setelah selesai menimbah ilmu tiga tahun di Sekolah Menengah Pertama, saya melanjutkan kejenjang Sekolah Menengah Kejuruan tepatnya di SMK MUSDA Kecamatan Perbaungan, mematangkan diri saya untuk menimbah ilmu kelanjutan atas dan mematangkan kedewasaan, pola pikir dan kemandirian diri. Selama di SMK saya mengenali teman-teman dengan berbagai karakter dan guru-guru yang berpendidikan tinggi yang membuat saya semakin berpikir bahwa ilmu itu sangat penting untuk kemajuan diri kita sendiri.
Setelah tiga tahun menuntut ilmu di Sekolah Menengah Atas, dan semangat dan dedikasi yang tinggi pada tahun 2010 saya melanjutkan Pendidikan kejenjang yang lebih pada Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Serdang (STAIS) Lubuk Pakam yang berlokasi persis di depan Komplek Kantor Bupati Deli Serdang. Walaupun harus berbagi waktu dengan keluarga yaitu Istri dan tiga anak, tapi saya tetap optimis dan dapat menyelesaikan studi Starata satu dengan gelar Sarjana Syariah / Al Ahwal Al Syahkhsiyah (S.Sy) pada tahun 2015.
Sebelum proses perkuliahan saya ikut dalam organisasi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Deli Serdang pada tahun 1998-2002. Saya juga sempat berkecimpung pada salah satu Cabang Olahraga Angkat Besi dibawah naungan Persatuan Angkat Besi Indonesia (PABSI) pada tahun 2002-2009. Karena saya tinggal dilingkungan petani dan peternak dan berniat untuk mensejahterakan mereka, maka saya berinisiatif membentuk kelompok Tani dan Ternak (PELITA JAYA) dari tahun 2015 sampai dengan sekarang.
