Pacitan,Liputan 68.com- Aksi unjuk rasa bertajuk “Indonesia Gelap” masih terus berlangsung diberbagai daerah. Tidak terkecuali di Kabupaten Pacitan.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Pacitan dari berbagai elemen organisasi kemahasiswaan, geruduk Pendopo Mas Tumenggung Djogokarjo, Pemkab Pacitan untuk menyampaikan aspirasinya.
Dalam menjalankan aksinya, para aktivis kampus, juga mengusung keranda jenazah bertuliskan Prabowo-Gibran- sebagai wujud kekesalan dan kekecewaan.
Pun berbagai poster dengan nada-nada sindiran mereka bentangkan. Seperti misalnya “Makan Begizi Gratis (MBG) Hanya Bacot.”
Mereka menilai pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran, banyak memunculkan ketidakadilan. “Ketidakadilan merajalela. Pemerintah yang mestinya sebagai pelindung dan pengayom, tapi justru menjadi sumber penderitaan rakyat.
Aksi ini sebagai bukti kekesalan dari kami, kaum intelektualitas,” teriak Lutfi, saat berorasi di depan Pendopo Pemkab Pacitan, Selasa (25/2/2025).
Lutfi dengan lantang menyuarakan agar Pemkab Pacitan bisa menyamakan visi mendesak pemerintah pusat agar membatalkan kebijakan efisiensi anggaran dan mengevaluasi program makan bergizi gratis (MBG) .
Di Pacitan misalnya, ada beberapa sekolah yang telah mendapat MBG, namun ada yang basi. Bagaimana dengan sekolah-sekolah yang berada di pinggiran. “Program MBG akan menjadi beban viskal yang cukup berat dan tidak bijak ditengah pemulihan ekonomi yang lagi terpuruk selama ini.
Pelajar di Timur Indonesia, seperti di Papua misalnya, mereka yang notabenenya kekurangan nutrisi, namun justru menolak MBG. Janji-janji kampaye hanya melukai hati rakyat. Kami ingin pendidikan gratis bukan makan bergizi gratis,” bebernya.
Menurut Lutfi, saat ini kesenjangan sosial semakin luas. Yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin. Kebijakan efisiensi anggaran sangat berdampak terhadap sektor formal dan sektor strategis yang ujung-ujungnya juga berdampak terhadap masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, puluhan mahasiswa juga menyoroti struktur Kabinet Merah Putih bentukan Presiden Prabowo-Gibran, yang semakin gemuk, dibalik munculnya kebijakan efisiensi anggaran.
“Dibalik kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah justru gemukan posisi untuk bagi-bagi jabatan. Oleh karena itu, kami minta pemda harus setia dengan kepentingan rakyat. Hidup mahasiswa, hidup rakyat,” tegasnya.
Sambil menunggu kedatangan Wabup Pacitan, Gagarin, puluhan pendemo terus meneriakkan yel-yel, melakukan orasi kecil sembari membakar ban bekas sebagai wujud kekecewaan mereka terhadap kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran.
