NTT, Liputan68.com- Kepala Desa Fatuaruin, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka, Maria Alfonsia Hoar Tefa, memberikan klarifikasi terkait anggaran pembangunan sarana air bersih yang tengah menjadi perhatian masyarakat.
Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai anggaran sebesar Rp236 juta untuk pengadaan sarana air bersih tidak sepenuhnya tepat.
Menurut Maria, anggaran yang dialokasikan untuk kebutuhan air bersih pada tahun 2023 bersumber dari dana Tukin sebesar Rp116 juta.
Dana ini sudah digunakan secara tepat, termasuk pembangunan dua bak penampungan air, pembayaran upah harian orang kerja (HOK), serta pengadaan pipa air sepanjang 200 meter.
Sementara itu, dana Tukin tahun 2024 yang sebesar Rp120 juta dialokasikan untuk pengadaan 48 ekor babi, 48 karung pakan, serta pembelian satu unit laptop dan printer.
Seluruh realisasi anggaran ini menurut Maria telah dilaksanakan dengan transparan dan sesuai peruntukan.
Maria juga menjelaskan bahwa pembangunan sarana air bersih memang masih belum merata di seluruh dusun.
“Beberapa wilayah masih mengalami kekurangan air bersih, namun pihak desa terus mengupayakan perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya kepada media ini, (24/6/2025).
“Memang benar ada beberapa dusun yang masih kekurangan air, tapi kami sudah berkomitmen untuk memperbaiki secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” ujarnya menyejukkan.
Ia menegaskan agar masyarakat dan pihak-pihak terkait dapat memperoleh informasi yang akurat dan tidak salah paham terkait penggunaan anggaran desa, khususnya untuk sarana air bersih.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami dan mendukung proses pembangunan yang sedang berjalan, serta bersama-sama menjaga transparansi penggunaan anggaran demi kemajuan desa,” pungkas Maria.*** (Eki Luan)
