Pacitan,Liputan68.com- Geliat investasi memang sangat diharapkan sebagai salah satu parameter kemajuan daerah.
Akan tetapi, masuknya investasi memang harus memenuhi berbagai kajian untuk memastikan bahwa investasi tersebut memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Kabag Pemerintahan dan Kerjasama, Setda Pacitan, Hesti Suteki mengatakan, beberapa kajian yang perlu dilakukan terhadap masuknya investor untuk melakukan investasi seperti halnya dampak sosial.
Menurutnya, investasi harus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat lokal, termasuk kemungkinan perubahan struktur sosial, ekonomi, dan budaya. Selain itu juga kajian dampak lingkungan.
“Investasi harus mmpertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan, termasuk kemungkinan pencemaran, kerusakan ekosistem, dan penggunaan sumber daya alam,” terang Hesti, Senin (28/7/2025).
Pejabat alumni sekolah tinggi kepamongprajaan ini menegaskan, sebuah investasi juga harus mempertimbangkan aspek stabilitas politik serta keamanan daerah. “Termasuk kemungkinan konflik kepentingan dan perubahan kebijakan,” jelasnya.
Hesti kembali menekankan, dengan melakukan kajian yang komprehensif, daerah akan bisa memastikan bahwa investasi yang masuk memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Dan yang lebih mendasar adalah, meminimalkan risiko negatif yang mungkin timbul,” tutur dia.
Lebih lanjut, mantan Kabid Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu ini mengungkapkan, ancaman saat ini seperti misalnya berdirinya pabrik semen, yang di Kabupaten Wonogiri masih mendapatkan penolakan dari masyarakat
Menurutnya, ada pro dan kontra di balik rencana berdirinya pabrik semen. Untuk dampak positifnya, lanjut Hesti, akan bisa membuka dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.
Kemudian juga, memberikan kontribusi pada perekonomian daerah dan negara melalui pajak dan pendapatan lainnya. “Berdirinya pabrik semen, sangat membantu memenuhi kebutuhan semen untuk pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan bangunan lainnya,” tutur Hesti.
Meski begitu, dampak negatifnya juga harus di pertimbangkan, yaitu pencemaran lingkungan.
