PLN UPK Timor Terbaik Se-NTT, Kinerja K3 2025 Ukir Prestasi Gemilang
NTT, Liputan68.com- Komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja kembali mengantarkan PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Timor menorehkan prestasi membanggakan.
Dalam penilaian kinerja tahun 2025 yang diumumkan pada Februari 2026, UPK Timor resmi meraih peringkat pertama penerapan K3 terbaik di antara 11 Unit Pelaksana PLN se-Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tim Leader Administrasi Umum PLN UPK Timor, Oky Ratu Kaho, menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar angka, melainkan buah dari disiplin, konsistensi, dan profesionalisme seluruh tim.
“Kita kinerja K3 terbaik. Untuk PLN seluruh NTT, kita urutan pertama. Penerapan sistem manajemen K3 dijalankan dengan baik dan profesional,” ujarnya, (9/3/2026).
Penilaian K3 tidak dilakukan secara sederhana. Ada indikator ketat yang menjadi tolok ukur, mulai dari inspeksi manajemen rutin, pengawasan detail terhadap setiap pekerjaan, hingga penilaian kepatuhan pekerja saat menjalankan tugas di lapangan.
Ketepatan waktu dalam pelaporan, konsistensi dokumentasi, serta implementasi sistem manajemen pengamanan kerja menjadi bagian penting dalam evaluasi.
Kinerja K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) sendiri merupakan hasil terukur dari efektivitas sistem manajemen dalam mencegah cedera, penyakit akibat kerja, dan kecelakaan di lingkungan kerja.
Evaluasinya mencakup pendekatan proaktif (leading indicator) seperti identifikasi bahaya, audit internal, toolbox meeting, simulasi tanggap darurat, hingga pengendalian risiko berbasis Job Safety Analysis (JSA).
Di sisi lain, indikator reaktif (lagging indicator) seperti angka kecelakaan kerja, insiden near miss, dan tindak lanjut perbaikan juga menjadi perhatian serius.
Di sektor pembangkitan listrik, kompleksitas K3 semakin tinggi. Potensi bahaya seperti tegangan tinggi, tekanan uap, bahan bakar, putaran mesin berkecepatan tinggi, hingga ruang terbatas (confined space) menuntut pengawasan berlapis.
Setiap pekerjaan wajib melalui prosedur Permit to Work (PTW), penguncian dan pelabelan energi (lock out tag out/LOTO), serta verifikasi alat pelindung diri (APD) sebelum aktivitas dimulai.
Tak hanya itu, budaya pelaporan juga menjadi kekuatan UPK Timor. Setiap potensi bahaya dilaporkan secara sistematis melalui sistem manajemen, dianalisis, lalu ditindaklanjuti dengan perbaikan berkelanjutan.
Di balik layar, terdapat team leader khusus yang mengelola dan memastikan seluruh sistem K3 berjalan sesuai kaidah dan standar yang berlaku.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa keselamatan bukan sekadar slogan, melainkan budaya kerja yang hidup dan dijaga setiap hari.
Bagi PLN UPK Timor, menjaga nyala listrik bagi masyarakat NTT harus sejalan dengan menjaga keselamatan setiap insan yang bekerja di dalamnya.
Di tengah tantangan dunia kerja yang kian kompleks, capaian ini menjadi pesan kuat: energi yang andal lahir dari kerja yang selamat.***

Tinggalkan Balasan