Jakarta, LIPUTAN68.COM | Letnan Jenderal TNI Doni Monardo ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Covid-19. Penunjukkan ini tertulis dalam Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 diterbitkan pada Jumat, 13 Maret 2020.
Dalam pasal Keppres 7 Tahun 2020 tersebut tertulis beberapa upaya yang akan dilakukan dalam menghadapi wabah virus corona.
“Meningkatkan sinergi pengambilan kebijakan operasional dan meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons terhadap Covid-19,” tulisnya.
Doni ditunjuk sebagai Pelaksana dalam Gugus Tugas, dibantu dua orang wakil, yaitu Asisten Operasi Panglima Tentara Nasional Indonesia dan Asisten Operasi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sedangkan, anggota Gugus Tugas yaitu unsur dari berbagai kementerian dan lembaga negara.
Dalam Gugus Tugas ini terdapat pengarahnya yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemanan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Keuangan.
Sesuai Keppres tersebut, Doni memiliki lima tugas pokok. Yaitu meningkatkan ketahanan nasional di bidang kesehatan, mempercepat penaganan Covid-19 melalui sinergi antar-kementerian lembaga dan pemerintah daerah, dan meningkatkan antisipasi perkembangan eskalasi penyebaran Covid-19, meningkatkan sinergi pengambilan kebijakan operasional, dan terakhir meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons terhadap Covid-19.
Sebelumnya, nama Doni sempat dikenal saat Presiden Jokowi melantiknya sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu, 2 Januari 2019. Ia ditunjuk menggantikan Laksda TNI (purn) Willem Rampangilei.
Biografi Doni Monardo
Letnan Jenderal Doni Monardo lahir di Cimahi, 10 Mei 1963. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1985 dan berpengalaman dalam bidang infanteri. Doni menyelesaikan kawah candradimuka Lembah Tidar, Magelang, Jawa Tengah.
Memulai karier di dunia militer, Doni membuat banyak catatan baik di kesatuan Kopassus. Sebelum di posisi sekarang, Doni pernah bertugas di Timor Timur dan Aceh saat di Koprs Baret Merah tersebut.
Pada tahun 1999 sampai 2001, ia ditugaskan di Batalyon Raider Bali, kemudian Doni masuk di koprs baret biru atau Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Memasuki tahun 2006 Doni sempat dipindahtugaskan ke Kostrad serta bertugas di Makassar, Sulawesi Selatan. Programnya yang sampai saat ini diingat masyarakat Makassar yaitu penghijauan beberapa kawasan tandus di Sulawesi Selatan termasuk area Bandara Sultan Hasanuddin.
