Liputan68 | Banyak dukungan terus mengalir memberi semangat kembali tampil mengabdi demi desa kelahirannya membuat Ida Bagus Ary Wibawa, SE., tidak pernah surut kembali maju sebagai Perbekel di Desa Dangin Puri Kauh. Bahkan ia tercatat sebagai salah satu perbekel yang kembali maju untuk periode ketiga, karena kembali dipercaya masyarakat mampu membawa perubahan bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat setempat. Di periode kedua ia dinilai sukses membangun kemandirian desa dengan berbagai inovasi sehingga untuk periode enam tahun ke depan yakni masa bhakti 2019-2025, pria yang akrab disapa Gus Ary ini berkomitmen menjadikan pelayanan di Desa Dangin Puri Kauh berbasis digital yang berwawasan adat dan budaya.
Gus Ary menceritakan, perjalanannya menjadi Perbekel Desa Dangin Puri Kauh pada tahun 2007. Diawali komitmen mengabdi pada masyarakat desa dan meninggalkan karir manisnya di dunia pariwisata. Berawal dari pemilihan calon di tingkat banjar pada periode pertama hingga berlanjut di periode kedua setelah menumbangkan dua calon lainnya sesuai mekanisme pemilihan perbekel yang baru. Di periode ketiga ketulusannya untuk kembali mengabdi satu periode juga akan berhadapan dengan satu calon lainnya karena masyarakat setempat tergolong cukup heterogen dari sisi pemilih. “Sudah kadung mecemplung dua periode, ketiga untuk menuntaskan semua program impian,” jelas pria yang dikenal teliti dan tegas saat bekerja ini.
Terbangunnya kantor Perbekel Desa Dangin Puri Kauh yang sangat representatif, cakupan peningkatan infrastruktur desa serta program pengelolaan kebersihan lingkungan sudah menunjukkan capaian yang optimal. Di periode pertama banyak pembenahan yang dilakukan dari sisi pengelolaan dan peningkatan kualitas pelayanan, sehingga seiring semakin besarnya perhatian pemerintah untuk memajukan desa maka cita-cita membangun kantor berlantai dua bisa direalisasikan di periode kedua. Namun sisa waktu memimpin desa hingga akhir periode ini realisasi layanan berbasis digital bagi masyarakat harus ia tuangkan kembali dalam visi-misi pengabdian enam tahun ke depan karena pelayanan di desa sudah didukung sarana dan prasarana berbasis teknologi informasi.








