Berpacu Dengan Waktu Memperkuat TNI

Indonesia sedang membutuhkan berbagai jenis alutsista tiga matra untuk memperkuat benteng pertahanannya. Semua sedang berpacu dengan waktu. Tidak hanya dengan AS, kita juga sudah dan sedang membeli sejumlah alutsista dengan Rusia dan Korsel. Dengan Rusia sedang diproses pengadaan 22 tank amfibi BMP-3F dan 23 panser amfibi BT3F.

Dengan Korsel sedang dikerjakan pembuatan tiga kapal selam Changbogo Class. Sebelumnya juga kita sudah menerima tiga kapal selam sejenis dengan metode transfer teknologi. Juga sedang berlangsung program kerjasama pembuatan jet tempur Gen 4.5 KFX/IFX yang sudah berjalan sejak tahun 2012.

Perkuatan angkatan laut, ini yang masih kurang greget. Perlu disegerakan kontrak pengadaan kapal perang striking force minimal kelas frIgat dan atau perusak kawal rudal yang dikenal dengan proyek PKR-10514. Untuk kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) dan Kapal Patroli Cepat (KPC) tidak jadi soal. Galangan kapal nasional kita sudah mampu membuat sebanyak apapun yang dipesan. Termasuk kapal perang jenis LST (Landing Ship Tank),LPD (Landing Platform Dock) dan BCM (Bantu Cair Minyak).

Angkatan laut kita sangat perlu kapal perang jenis destroyer, agar jika sekali waktu (bisa saja kan) ketemu dengen destroyer China di Laut China Selatan tidak kalah mental. China tidak mengklaim Natuna tetapi perairan ZEE Natuna masih tumpang tindih. ZEE kita jelas sah dan diakui internasional. Sementara ZEE yang diklaim si lidah naga baru sebatas klaim, belum sah.

Hot spot yang perlu perhatian ekstra adalah Natuna. Kedepan ini bisa saja pecah pertempuran sporadis di kawasan itu yang bisa melebar ke segala penjuru. Kesiapan kita saat ini adalah dengan mengerahkan tiga kapal perang Bung Tomo Class dan satu kapal perang KRI Fatahillah Class bersama sejumlah Kapal Cepat Rudal dan Parchim Class.

Meski kita sudah memiliki ratusan KRI berbagai jenis tetapi untuk striking force jelas masih kurang, apalagi untuk memenuhi kebutuhan tiga armada tempur. Maka lima tahun kedepan seyogyanya minimal sudah tersedia lima kapal perang kelas real frigat. Sementara armada kapal selam kita dalam lima tahun kedepan sudah bisa mencapai 8 unit. Lumayanlah.

Menhan kita yang baru ini diyakini bisa mengambil keputusan yang cepat, tepat, lugas dan cerdas. Lima tahun kedepan ini adalah pertaruhan pemenuhan MEF, baru sekedar kebutuhan minimal lho. Mestinya pola pikir kita tidak dalam rangka memenuhi target MEF lagi tapi lebih dari itu, menuju kekuatan pertahanan yang disegani. Jenderal Prabowo Subianto punya visi besar itu. (SN)

(@infokomando)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *