oleh

Tangkis Pernyataan Dr. Yusdianto Dan M.Alzier, Praktisi Hukum Dan Advokat Rahman Kholid, SH, MH ; Tidak Ada Alasan Untuk Melegitimasi Adanya Rangkap Jabatan Sekdaprov Fahrizal Darminto Merangkap Komisaris Utama Bank Lampung

Pada Rabu, 11 Maret 2020

Jakarta, LIPUTAN68.COM | Praktisi Hukum asal Lampung di Jakarta Rahman Kholid, SH, MH, menegaskan tidak ada alasan untuk mempersoalkan legitimasi jabatan Sekdaprov Fahrizal Darminto merangkap sebagai Komisaris Utama Bank Lampung.

Pernyataan Praktisi Hukum yang juga Advokat ini, sekaligus menangkis pernyataan yang disampaikan akademisi Universitas Lampung Dr. Yusdianto, SH, MH. Terkait “Tidak ada alasan untuk melegitimasi adanya rangkap jabatan Sekdaprov merangkap pula sebagai Komisaris Utama Bank Lampung,”.
Argumentasi hukum yang dibangun Yusdianto, tegas Rahman, juga rancu karena dominan perspektif hukum administrasi pemerintahan. Padahal secara faktual peristiwa hukumnya adalah hukum perbankan, berbicara legitimasi tentu rujukan nya norma hukum ; larangan, perintah dan atau kebolehan, yang ada dalam hukum Perbankan, tidak membangun pendapat hukum setengah-setengah dengan menyampingkan pokok peristiwa yang sebenarnya.

Peristiwa hukumnya adalah kebutuhan pengisian Dewan Pengawas (Komisaris) untuk kepentingan Bank Lampung.
Jika argumentasi hukum tata usaha negara dan atau hukum administrasi pemerintahan yang dominan dan hampir meniadakan filosofi hukum dan hukum perbankan, maka pendapat hukum tersebut penuh dengan asumsi-asumsi dan kebablasan.

Liputan JUGA  Malam Takbiran Idul Fitri 1443 H, Pemdes Kota Galuh Perbaungan Adakan Lomba Tabuh Bedug

Fakta Bank Lampung (Bank Umum Milik Pemprov Lampung) butuh komisaris, Jangan dibalik menjadi Fahrizal Darminto (Sekda Prov) butuh jabatan Komisaris, tipis kalimat tapi makna berbeda dan tentu kalau tidak berimbang dan fokus Pendapat Hukum jadi bias.

Oleh karenanya, hemat Rahman, pendapat hukum tersebut terkesan lompat-lompat ke pendapat tentang etika. “Adakah kode etik yang dilanggar kelak Jika Sekda Provinsi jadi Komisaris Bank Lampung. Saya tidak akan masuk menjustifikasi orang lain melalui pasal-pasal Undang-undang atau pasal etik, itu belum menjadi ranah kita dan bukan tempatnya.

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.