oleh

Ketua KMI Edi Homaidi Menolak Pencopotan Kapolda Sultra

Jakarta, LIPUTAN68.COMUsai digegerkannya video berdurasi 58 detik yang menunjukan puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal Cina tiba di Bandara Haluoleo Kendari, Minggu (15/3/2020) malam. Dalam video tersebut, puluhan TKA asal Cina mengenakan masker, seorang yang diduga mengambil video tersebut juga menyebutkan bahwa puluhan TKA itu adalah pembawa virus Corona yang baru datang dari Cina. Kemudian video tersebut menjadi viral di media sosial WhatsApp dan Facebook.

Menanggapi video viral tersebut, Kapolda Sultra Merdisyam menjelaskan video tersebut benar, TKA asal Cina yang ada dalam video tersebut bekerja disalah satu perusahaan pemurnian nikelbl di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe Sulta, terang Merdisyam, jumlah tenaga TKA yang datang di dalam video adalah 40 orang. Puluhan KTA itu, kata dia bukan dari Cina tetapi dari Jakarta.

Liputan JUGA  Siswi SMP Sergai Ini Raih Juara II Lomba Puisi Tingkat Nasional

Terpisah usai viralnya video tersebut banyak dorongan dari warga net (Media sosial) melalui hastag “CopotKapoldaSultra”, Kapolda dinilai lalai membiarkan para TKI asal China datang, padahal Negara asal sedang mewabah Corona Virus Disiase (Covid-19).

Menyikapi desakan pencopotan terhadap Kapolda Sultra, Brigjen Polisi Merdisyam tersebut Ketua Kaukus Muda Indonesia (KMI) Edi Homaidi melalui pesan tertulisnya yang diterima kantor berita Jarrakpos, menyayangkan adanya desakan pencopotan tersebut, Rabu (18/3/2020).

Menurut Edi, apa yang dilakukan Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam sudah menjadi protap di kepolisian, apalagi pihak Polda Sultra hanya menerima penyerahan pelaku perekam video tersebut dari Lanud karena pada saat itu diamankan oleh Lanud.

“Lagi pula, pelaku yang diketahui bernama Hardiono (39), seorang warga Desa Onewila, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), sudah menyatakan permohonan maaf atas video viral dengan durasi 58 detik itu,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.