Plt Ketua TP PKK Kota Medan Siap Mendukung Program Dokter Keluarga Sumut Dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19

“Untuk menjalankan peran tersebut maka para peserta melakukan fungsi sebagai pelengkap pelayanan puskesma dalam hal ini melakukan penilaian resiko individu pada kelompok komorbid (diabetes, hipertensi, PJK), tuberkulosis, lansia dan anak berbasis wilayah,” ungkap Isti.

Selanjutnya, Dokter Keluarga nanti juga melakukan penilaian risiko keluarga baik langsung maupun tidak langsung terhadap pasien terkonfirmasi Covid 19. “Hal ini dilakukan juga berbasis wilayah. Selain itu, dokter keluarga juga melakukan penilaian keluarga, penilaian fungsi keluarga, menjadi fasilitator dokter peserta internsip. Dokter keluarga juga memberikan pelayanan kedokteran dan pengawasan terhadap Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang belum terkonfirmasi sampai mereka bebas dari Covid pada kelompok komorbid,” jelas Isti lagi.

Selain memberikan pelayanan dan pengawasan kepada OTG, ODP, dan PDP yang belum terkonfirmasi, sambung Isti, Dokter Keluarga juga akan melakukan pelayanan kepada pasien yang terkonfirmasi Covid 19 tanpa gejala maupun gejala ringan. “Juga pasien yang telah selesai melakukan perawatan di rumah sakit namun masih memerlukan isolasi lebih lanjut dan rehabilitasi berbasis komunitas, serta pasien yang tidak tergolongkan (bukan OTG, ODP dan PDP) namun termasuk dalam komorbid, tuberkolosis, lansia dan anak,” papar Isti.

Untuk itu, Isti dalam kesempatan ini juga meminta dukungan dari TP PKK seluruh kabupaten/kota seluruh Sumatera Utara sebagai salah satu instansi yang memiliki peran dalam program dokter keluarga ini. “Saya berharap dukungan penuh dari TP PKK selaku salah satu kolaborator kunci pelaksanaan program ini. Kami siap melakukan edukasi kepada kader baik langsung maupun melalui online,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provsu Ny. Nawal Lubis Edy Rahmayadi memerintahkan kepada seluruh Ketua TP PKK se Provsu agar mendukung program dokter keluarga guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona. “Saya meminta kepada seluruh Ketua TP PKK kabupaten/kota se Sumut untuk dapat mengaktifkan kembali dasawisma melalui komunikasi elektronik serta mensinergikan program kerja PKK dengan Puskesmas dan Dokter Keluarga agar seluruh keluarga terutama komunitas komorbid, tuberkulosis, lansia dan anak dapat terhindar dari covid-19,” ucapnya.

(M-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *