“Bripka AMP tewas akibat bunuh diri dengan senjata api miliknya pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Bripka AMP memiliki penyakit pinggang yang sudah lama dideritanya dan tidak kunjung sembuh. Hal inilah membuat dugaan kuat AMP bunuh diri,” terangnya.
Robin mengatakan, Bripka AMP menembakkan pistolnya ke leher hingga peluru tembus ke bagian kepala. “Korban bunuh diri dengan menembak bagian lehernya dan tembus ke bagian kepala. Korban tewas di kamar depan rumah orang tuanya,” katanya.
Dijelaskannya, kejadian berawal saat Bripka AMP datang ke rumah orang tuanya pagi tadi sekira pukul 04.00 WIB. Sebelum bunuh diri, Bripka AMP masih sempat membuatkan sarapan pagi untuk ibunya.
“Saat kejadian di dalam rumah hanya ada AMP dan ibunya. Selang beberapa jam, satu kali suara letusan terdengar dan terlihat AMP mengunakan baju kaos sudah meninggal,” tambahnya.
Bripka AMP diketahui memiliki dua orang anak dan seorang istri. Ia tinggal di Tebing Tinggi dan ia datang ke rumah orang tuanya dan melakukan bunuh dari. “Ini murni bunuh diri dan peristiwa ini sudah kami tangani,” tutup Robin.
(M-01)
