Strategi Ekonomi Vietnam Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Selain itu produksi pengolahan dan ekspor juga akan berubah. Pekerjaan menganekaragamkan pasar ekspor hasil pertanian, hasil kehutanan, hasil perikanan akan diperkuat. Selain itu menciptakan mekanisme dan menyerap investasi dari badan-badan usaha di bidang pertanian dan teknologi.

Instansi pertanian secara tepat waktu memberikan informasi dan memperkuat pasar ekspor hasil petani. Selain itu Kementrian Pertanian melakukan berbagai upaya diantaranya: melakukan perundingan untuk memperluas pasar ke negara-negara Uni Eropa, Asia, Amerika Serikat (AS), Brasil dan negara lainnya.

Kelima, sebagaimana yang dikatakan oleh Perdana Menteri (PM) Nguyen Xuan Phuc, dalam konferensi online antara PM dengan komunitas badan usaha, pada 9 Mei 2020, menggerakkan kembali perekonomian Vietnam, berusaha mencapai pertumbuhan GDP sebanyak lebih dari 5%, jadi bukan 2,7% seperti prediksi IMF, bersamaan dengan itu mengekang inflasi dibawah 4%. Untuk mencapai target itu harus fokus pada lima ujung tombak serangan (vovworld.vn10/5/2020): (i) menyerap investasi dari semua unsur ekonomi di dalam negeri, terutama investasi swasta; (ii) menyerap modal foreign direct investment (FDI); (iii) memperkuat ekspor; (iv) mendorong investasi publik; (v) menstimulasi konsumsi domestik dengan jumlah penduduk kira-kira 1 juta jiwa.

Ekonomi Vietnam

Di saat negara-negara lain sedang berjibaku melawan pandemi Covid-19, Vietnam menjadi negara yang sukses dalam melawan pandemi ini. Kesuksesan itu ditunjukkan dengan tidak adanya angka kematian karena kasus Covid-19, disamping itu jumlah penduduk yang positif Covid-19 sangat rendah yakni 300-an kasus.

Keberhasilan Vietnam keluar dari krisis Covid-19 ini tentu menjadi catatan tersendiri bagi para investor asing untuk melirik Vietnam menjadi negara yang strategis untuk berinvestasi. Situasi ini juga didukung dengan situasi perang dagang antara China dengan AS, yang berujung pada pemindahan investasi dari negara China ke Vietnam. Perang dagang ini menjadi peluang bagi Vietnam untuk memperkuat investasi asing di Vietnam.

Keberhasilan Vietnam dalam keberhasilannya menangani wabah Covid-19, tidak membuat ekonomi Vietnam jatuh ke lubang yang sangat dalam. Krisis ini hanya menurunkan pertumbuhan ekonomi Vietnam sebesar satu persen, dan saat ini mereka sedang memacu kembali pertumbuhan ekonominya.

Vietnam juga didukung dengan stabilitas politiknya. Stabilitas politik yang kuat akan memudahkan mobilisasi sumber daya dan jaminan akan keamanannya untuk menjaga investasi.

Harus diakui, dalam situasi pandemi saat ini, Vietnam merupakan negara yang masih memiliki pertumbuhan ekonomi yang tertinggi di Asia Tenggara. Recovery ekonomi yang cepat pasca Covid-19, membuat vietnam akan kembali mencapai target pertumbuhan ekonominya sebagaimana rancangan awalnya, yakni pertumbuhan hingga 7%. Dan masa depan ekonomi Vietnam pun akan sangat menjanjikan.

Artikel ini telah tayang di www.kontan.co.id

BAGIKAN KE :