BeritaINTERNATIONAL

Simposium Amerika Eropa (SAE) Turki Daring Tanggal 26 – 28 Juni 2020

SIMPOSIUM AMERIKA EROPA (SAE)
TURKI DARING 26 – 28 JUNI 2020

Oleh: Choirul Anam (PJ PAS Amerop 2019/2020, PPI Ceko) Ahmad Yasin Al-faruq      (Public Relation SAE 2020, PPI Turki)

LIPUTAN68.COM – Simposium Amerika Eropa (SAE) Turki 2020 yang diimulai 26 Juni 2020 diadakan daring dan disambut oleh ketua PPI Turki Usamah Rahman, Koordinator PPIDK Amerop Mohamad Fajar Haqi Ismaya, koordinator PPID Fadlan Muzakki dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.Hub.Int

serta memberikan apresiasi kepada teman-teman PPIDK Amerop dengan tetap mengadakan agenda tahunan ini di tengah pandemik COVID-19 yang melanda dunia, sekaligus membuka acara Simposium Amerika Eropa (SAE) 2020 ini yang dihadiri oleh 77 orang dari berbagai belahan dunia wilayah Amerika dan Eropa.

Pada Simposium Amerika Eropa (SAE) 2020 ini diadakan 5 sub tema yaitu; Ekonomi, Sektor Publik, Agrikultur, Pendidikan dan Seni Budaya. Webinar ini ditayangkan live di channel youtube PPIDK Amerop dan channel youtube PPI Turki sesuai jadwal yang telah ditentukanmasing-masing tema.

Webinar pertama ditayangkan di channel youtube PPIDK Amerop bertemakan Ekonomi dengan judul “Digitalisasi Ekonomi untuk pembangunan Indonesia” yang disampaikan oleh Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Republik Indonesia Prof.Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P.,Ph.D.

Beliau menyampaikan bahwa “Pentingnya riset di masa sekarang dan kedepannya untuk kemajuan ekonomi negara Indonesia dan pentingnya menguasai ICT / Teknologi Informasi Komunikasi dalam bidang ekonomi karena sudah menjadi trend global ”.

Moderator Mochamad Nur Ramadhani menyoroti beberapa poin yang menjadi sorotan dari tema Ekonomi ini yaitu; “Penggunaan ekonomi dibangun berbasis dari inovasi iptek dan berdasarkan konsep triple helix, pendidikan menjadi sektor dalam riset kemudian hasilnya dikomersialisasi dan pemerintah menjadi fasilitatornya infrastruktur yang mendukung digitalilasi menjadi prioritas”.

Webinar kedua ditayangkan di channel youtube PPI Turki bertemakan Sektor Publik dengan judul “Implementasi Big Data dalam Pelayanan Publik” yang disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Pengembangan Model Statistik BPS Indonesia Setia Pramana Ph.D. dan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Viryan S.E., M.M.

Webinar kedua ini dihadiri oleh hampir 30 orang dari delegasi masing-masing negara wilayah Amerika dan Eropa. Narasumber pertama yang sering disebut pak tio menyatakan bahwa “setiap kegiatan di penggunaan Big Data butuh kontribusi dari stakeholders karena kita bukan hanya menghasilkan data tapi menggunakan data dari stakeholders baik masyarakat, pelaku bisnis, akademisi, pemerintahitu dibutuhkan karena semua tanpa kontribusi dan kolaburasi antara stakeholders ini tidak akan bisadigunakan dengan maksimum” ujar pak tio.

Narasumber kedua Viryan Azis menyatakan” proses pemungutan suara di Indonesia semakin menjadi rujukan dari banyak pihak, menurut beberapa lembaga pegiat pemilu dan demokrasi internasional, bahkan ada salah satu NGO internasional yang mengatakan, praktek pemungutan dan penghitungan suara di Indonesia itu salah satu yang terbaik di dunia” ujarnya.

Webinar ketiga ditayangkan di channel youtube PPIDK Amerop bertemakan Agrikultur dengan judul “Peran Digitalisasi dalam Bidang Pertanian, dan Perikanan di Indonesia” yang disampaikan oleh Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. dan CEO Ternaknesia.com Dalu Nuzlul Kirom S.T.

Webinar keempat ditayangkan di channel youtube PPI Turki bertemakan Pendidikan dengan judul “Academic Impact on Digital Education” yang disampaikan oleh Rektor Universitas Istanbul Sabahattin zaim Prof. Dr. Mehmet Bulut. Menurut beliau “look at the future in 2030 or 2050 indonesia and turkey will be the top 5 of world economics in the future well educated young generation, will play roll for leadership of this to country”.

Webinar kelima ditayangkan di channel youtube PPIDK Amerop bertemakan Seni dan Budaya dengan judul “Pengaruh Digitalisasi terhadap Seni dan Budaya di Indonesia” yang disampaikan oleh Peneliti di USI UNESCO chair. Puspita Ayu Permatasari, M. Rech., Ph.D. (cand.) dan Direktur Jendral Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid, Ph.D.

Wartawan : ASM

Editor : SF

Comments

0 comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close