oleh

Pensiun Dianggap Beban APBN

PENSIUN DIANGGAP BEBAN APBN

Untuk PNS, TNI, POLRI
Surat terbuka

Kepada YTH :
Bp. Presiden Republik Indonesia
Bp. Menteri Keuangan Republik Indonesia
Komisaris Utama dan Direktur Utama PT TASPEN PERSERO.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh .

LIPUTAN68.COM – Dengan penuh rasa prihatin sebagai seorang Pensiunan yang semasa muda telah bekerja dengan penuh kesungguhan, tanpa berharap lebih dengan keilkhasan yang penuh, walaupun digaji dibawah standar hidup layak .

Foto.ilustrasi Pensiunan dok.Menpan go.id

Akan tetapi tidak adanya penghargaan dan sedikit perhatian kepada para Pensiunan dari Pemerintah Bapak Joko Widodo, Bapak Bambang Brojo Negoro Menteri Keuangan Republik Indonesia yang telah menganggap Pensiunan adalah manusia-manusia tak berarti yang hanya menjadi Beban Negara. Yang memberati APBN pada tiap tahun.

Liputan JUGA  VICTORIA MENGUMUMKAN "KEADAAN BAHAYA"

Bapak-bapak yang terhormat, kalau boleh saya yang rendah bertanya Dimana Uang Tabungan Pensiun Kami? Uang Pensiun PNS itu bukan bagian dari APBN tapi merupakan Hasil Tabungan Pensiun yang dikumpulkan dan dipotong dari gaji tiap bulan, walaupun dengan gaji yang ada dibawah standar kehidupan yang layak.

Tabungan Pensiun itu sebuah tabungan asuransi yang dikembangkan secara bunga bertumbuh setiap bulan selama 30 tahun Yang apa bila diperhitungan dengan standar BI rate uang pensiun terendah PNS Gol II itu akan mencapai Rp.2.500.000,- ( dua juta lima ratus ribu rupiah ) per bulan. Perhitungan dengan Standar BI Rate 6% pertahun yang dipotong dari 4,75 % gaji selama 30 tahun akan menghasilkan Dana Pensiun mencapai Rp 500.000.000,- ( Lima ratus juta rupiah ) Sedangkan Golongan III sebesar sampai Rp 1.000.000.000,- (satu milyard) atau pensiun per bulan sekitar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah.) sedangkan selama ini yang kami terima sebagai uang pensiun hanya sekitar 40% dari potensi Dana Pensiun yang kami tabung.

Liputan JUGA  Menteri ATR Pimpin Rakor Penyelesaian Masalah Tanah di Sumut

Mengapa Kami PENSIUNAN masih dianggap menjadi beban APBN?

Bapak Presiden, Bapak Menteri Keuangan yang terhormat, uang pensiun itu uang tabungan kami yang kami pinjamkan bukan uang belas kasihan Negara Kepada Kami. Adalah sangat tidak layak bila kami Pensiunan dianggap menjadi Beban Negara apapun alasannya.

Betapa ganjilnya bahwa kami para pensiunan dianggap sampah kehidupan yang menjadi beban Pemerintah saat ini, yang seharusnya berani mengambil tanggung jawab Pemerintah yang terdahulu.

Bapak Presiden, Bapak Menteri Keuangan dengan disaksikan Komisaris Utama dan Direktur Utama PT.TASPEN PERSERO yang makan Gaji dari Tabungan pensiun Kami, tolong hargai kami sebagai mana layaknya. Ingat keberadaan Pemerintahan saat ini TIDAK AKAN PERNAH TERJADI tanpa pengorbanan kami. Tanpa perjuangan kami apa yang Bapak –bapak dapatkan saat ini tidak akan pernah Bapak-Bapak rasakan.

Liputan JUGA  Kembali Dua Warga Sergai Dinyatakan Positif Covid, Satu dari TNI AL dan satu lagi Pelajar

Tolong hargai kami.

Ibnu Dawam Aziz,
Bersama Pensiunan renta yang diperhinakan.

Wartawan : Elwa’89

Editor : SF

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.