Dinas Pendidikan Sergai berusaha dengan sekuat tenaga untuk meningkatkan kecerdasan siswa. Pada perspektif lain, pendidikan cenderung bersifat lepas dari proses pengawasan anak didik. Dalam hal ini seolah-olah pendidikan menjadi menara gading yang tidak tersentuh. Dengan demikian tak jarang dijumpai berbagai peran yang kurang kondusif seperti perilaku yang kurang proaktif serta sikap tidak tanggap dan responsifnya aparatur dalam melakukan beragam fungsi pendidikan dan pengajaran.
B. Peran Telangkai dalam Perkawinan
Budaya menurut Ir. H. Soekirman, mesti mengandung ajaran budi pekerti. Misalnya adat istiadat perkawinan tradisional. Telangkai berarti mediator atau utusan khusus dalam adat-istiadat perkawinan budaya Melayu. Telangkai bekerja menilik: dilakukan untuk penjajagan pada calon yang akan dilamar. Telangkai: utusan keluarga laki-laki untuk meminang. Antaran: membawa hadiah atau pasok tukon, uang perangko, uang kasih sayang, peningset. Menikah: ijab kabul. Resepsi: pesta.
Peran telangkai dengan menggunakan pantun. Di Sergai pernah dilombakan telangkai tahun 2009 di Istana Haji Manaf Lubis, Jl. Kabupaten. Peserta dari Sergai, Medan, Langkat, Asahan. Dalam telangkai itu akan ada jual beli pantun. Antar pihak laki sebagai pembeli. Mereka berbalas pantun. Jangan sampai kalah. Menyangkut marwah, kehormatan. Contoh:
A. Kalau tidak karena bulan
B. Sungguh indah sinarnya bulan
indah bersinar lagi menawan
kami memang menyambut tuan
tolong jelas apa tujuan
A. Sinar bulan di malam hari
sungguh indah anak menari
maksud kami datang kemari
karena ada bunga mawar mekar berduri
B. Kalau berlayar di pulau bekal
bawa raut dua dan tiga
kakulah kail panjang sejengkal
jangan laut hendak diduga
A. Gunung Gontang kali di bawah
terbang melayang si burung dara
kami datang tak cari musuh
kami datang cari sandar
B. Kalau begitu apa maksud saudara?
A. Pohon jelatang tumbuh beriringan
terbang melayang si burung camar
kami datang satu rombongan
niat hati mau melamar
B. O begitu
A. Ke Tarih sudah
ke Penang sudah
ke Mekah sudah
kita saji yang belum
Menisih sudah meminang
memilih saja yang belum
B. Kalau begitu hei menikahlah
Percakapan di atas perlu dihayati oleh segenap guru budaya. Secara konvensional, pembangunan SDM diartikan sebagai investasi Human Capital yang harus dilakukan sejalan dengan investasi Physical Capital. Alasan yang sangat fundamental mengapa hal tersebut perlu dilakukan ialah bahwa untuk menghadapi tuntutan tugas sekarang maupun untuk menjawab tantangan masa depan, pengembangan SDM merupakan keharusan mutlak.
C. Sanggar Teater Cermin
Para siswa Serdang Bedagai belajar juga tentang budaya literasi melalui teater. Sebagai wadah untuk peningkatan kualitas diri. Pada tanggal 4 Mei hari Minggu hadir pecinta sastra mengadakan sarasehan budaya Melayu. Mereka terdiri dari: Hasanudin alias Pak Cidik penyiar radio Wisata suka pantun, jadi telengkai, Safii Harahap, Mantan Kepala Bidang Dinas Pendidikan Kebudayaan, Pecinta ludruk wayang, Kepala sekolah SMAN I Perbaungan, Kepala sekolah SMAN I Sei Rampah, DKSU: Dewan Kebudayaan Sumatra, Komunitas sastra Unimet, RAWI: Sanggar Teater Cermin yang berdiri tahun 1984 merupakan wadah sandiwara tentang bangsawan. Ada unsur cerita tari, lawak, lagu, musik.
Mitra adalah media tradisional dalam jenis komedi bangsawan. Dipimpin oleh M. Syafii Harahap, juaran pantun 2x Asia Tenggara. Pada tanggal 16 Mei 2014 pukul 14 – 17 diadakan diskusi kebudayaan Melayu. Acaranya dibuat santai, ringan, asyik. Bertindak sebagai pembicara utama adalah H. Syafii Harahap. Dihadiri pula oleh Drs. Henry Suharto selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Serdang Bedagai. Tempat acara di pilih Pantai Lestari Sergai. Beragam topik dibicarakan, dirumuskan, dianalisis bagaimana masa depan seni budaya di Serdang Bedagai, agar tetap berkembang.
Pengembangan SDM dalam asas ini menekankan pentingnya “kemampuan” (empowerment) manusia, kemampuan manusia untuk mengaktualisasikan segala potensinya sebagai manusia. Proses ini menumbuhkan concentization manusia, kesadaran sendiri (self conscious) yang memungkinkan mereka untuk secara kritis melihat situasi sosial yang melingkupi eksistensinya. Concentization memberikan kemampuan pada mereka untuk menjadi subjek yang ikut membentuk proses sejarah, berpartisipasi dalam proses transformasi anak didiknya.
Pada setiap kesempatan, Ir. H. Soekirman menekankan arti penting pembelajaran tentang seni budaya. Sanggar sebagai kegiatan ekstrakurikuler didukung penuh oleh Dinas Pendidikan Serdang Bedagai. Ini merupakan usaha untuk mewujudkan peningkatan pendidikan karakter pelajar.
Ditulis oleh Dr. Purwadi, M.Hum. 15 Juli 2020. Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara (LOKANTARA), Jl. Kakap raya 36 Minomartani, Yogyakarta. Hp: 0878 6440 4347.
