Para siswa di daerah terpencil ini sebagian besar tidak
menggunakan media jaringan karena jaringan selular tidak ada serta tidak memiliki HP android. Mereka terpaksa belajar secara kelompok di tepi jurang bersama menumpang HP android milik beberapa temannya.
Di lokasi, para siswa mengerjakan tugas dengan beralaskan papan dalam mengerjakan tugas serta daun pohon aren sebagai atap untuk berteduh.Jarak dari sekolah dengan lokasi tempat mereka mengerjakan tugas secara kelompok lebih dari 4 kilometer.
Meski penuh keterbatasan, mereka tetap penuh semangat dan antusias mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Kepala SD/SMP Negeri Satap 11 Batu, Baharuddin mengatakan, anak-anak muridnya belajar ditepi jurang itu sudah lama sejak sekolah ditutup sementara akibat wabah COVID-19.(SF)
