“Supaya kontribusi umat Islam dalam bidang ekonomi kelas atas ataupun skala besar bisa meningkat di masa-masa mendatang, maka kita harus memacu diri agar jumlah umat Islam yang ada di ekonomi kelas atas proporsional dengan jumlah umat. Kalau bisa, sembilan dari sepuluh orang terkaya berasal dari umat Islam,” katanya.
Dikutip dari mui.or,id, fokus memajukan ekonomi umat ini, menurutnya, tidak bisa ditawar lagi. Bila umat itu maju secara ekonomi, bangsa juga semakin maju. Dari 30 juta orang Miskin di Indonesia saja, kata dia, 90 persen di antaranya berasal dari kalangan Islam. Artinya, mereka masih menjadi tantangan bangsa ke depan. Dengan memajukan umat secara ekonomi, maka masalah bangsa pun lambat laun bisa teratasi.
“Ke depan, umat diharapkan memberikan perhatian lebih kepada usaha menciptakan entreprenur dan intrapreneur yang handal. Usaha itu hendaknya benar-benar dilandasi keinginan mengubah nasib dan keadaan,” paparya.(JB01)
