JAKARTA – liputan68.com – Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas mengajak umat bermuhasabah terkait capaian umat di bidang ekonomi dalam menyambut Tahun Baru 1442 Hijriyah.
Dikatakannya, umat Islam memang sudah banyak sumbangsih bagi kemajuan bangsa. Namun, sumbangsih itu belum optimal menyentuh sisi ekonomi. Dari jumlah umat Islam di Indonesia yang mencapai 87%, kontribusi umat bidang ekonomi masih terasa kurang, utamanya bidang ekonomi skala besar/konglomerasi bisnis.
“Dari 10 orang terkaya di negeri ini, hanya satu orang yang beragama Islam. Dari 50 orang terkaya, hanya enam yang beragama Islam. Ini masih jauh dari harapan. Kita perlu muhasabah terkait nasib dan keadaan umat Islam,” katanya Selasa (18/08/2020) melalui keterangan tertulis.
Buya menilai, masih banyaknya umat Islam yang terbelakang dari sisi ekonomi salah satunya disebabkan oleh dunia pendidikan. Pendidikan yang ada dan diterima umat Islam tidak mendukung umat menjadi entrepeneur maupun intrapreneur. Dia melihat, pendidikan bahkan sampai level universitas lebih banyak melahirkan “employee mentality”. Itu tergambar dari sedikitnya umat yang menjadi konglomerat.








