oleh

Info Perbatasan RI-Timor Leste : YONIF RK 744/SBY Bantu Tanam Pipa Air Untuk Kebutuhan Petani Di Perbatasan

ATAMBUA-LIPUTAN68.COM – Personil Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif RK 744/SYB membantu dan bekerjasama dengan warga Desa Lutharato mengerjakan penanaman saluran pipa air untuk kebutuhan petani di Desa Lutharato, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, NTT, Senin (14/09/2020).

Dalam rangka ketahanan pangan dan menyambut musim hujan yang akan datang di akhir tahun, masyarakat desa Lutharato bersiap memyambutnya dengan menanam atau menguburkan popa saluran air dan membuka lahan perkebunan untuk digunakan oleh para petani desa Lutharato nantinya.

Maka dari itu tujuan menanam saluran pipa air sepanjang 2.700 M dari sumber mata air utama menuju kawasan kebun dan ke rumah-rumah warga di desa Lutharato adalah untuk menghindari terbakarnya pipa karena warga masyarakat desa biasanya membuka lahan dengan membakar rumput dan semak-semak yang ada di sekitaran pipa saluran air.

Liputan JUGA  Peduli Kepada Kelompok Budi Daya Ikan di Masa Pandemi, Andi Suhaimi Silaturahmi dan Berikan Benih Ikan

Personel Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB dari pos Fohululik sebanyak 5 orang yang dipimpin oleh Sertu Nengah Kari Ariana ikut membantu warga desa dengan berkoordinasi dengan perangkat desa, Ketua RW Jose, 40, dan Kepala Dusun biasa disapa Mama Lisa, 35, beserta warga Desa Lutharato sebanyak 30 orang.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB Letkol (Inf) Alfat Denny Andrian mengatakan, air adalah sumber kehidupan utama bagi masyarakat karena sangat dibutuhkan untuk perkebunan dan kebutuhan sehari-hari pada umumnya. Maka dari itu prajurit Satgas Pamtas sudah sepantasnya ikut bekerja bersama terlebih lagi itu adalah desa binaan dari pos Fohululik Satgas Pamtas Yonif RK 744/SYB.

Liputan JUGA  Ini Kata Sukarman Kenapa Harus Memilih Soekirman

Jose menyampaikan terimakasihnya kepada TNI dari Pos Fohululik. “Kami sangat senang atas bantuan dari bapak-bapak TNI karena sudah membantu bekerja sama mengamankan pipa saliran air,” ungkapnya

“Pekerjaan kami menjadi ringan dan cepat selesai karena di bantu oleh bapak-bapak dari pos,” tambah Mama Ros, 50, satu warga yang ikut gotong royong.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana