Pada restorasi ini tidak ada kegiatan penggalian terhadap dasar bangunan. Tetapi sudah diperkirakan akan ada sedikit kenaikan sisi bangunan sekitar 10-15 sentimeter karena dari sisi tangga yang paling bawah kelihatan sangat pendek dikarenakan adanya penimbunan dasar bangunan. ”Ada kenaikan sedikit, karena memang mengembalikan ke aslinya,” ucap Giri Prayoga.
Giri Prayoga menambahkan, untuk bahan baku akan tetap mempergunakan bahan baku aslinya. Hanya saja ada beberapa bahan yang sulit didapat yaitu batu bata. Dimana batu bata pada bangunan tersebut bentuknya sedikit berbeda-beda. Ada yang ukuran kecil dan ada ukuran lebih besar. Namun, pihaknya sudah mempersiapkan untuk bahan baku batu bata tersebut.
“Target tuntas tentu saja di awal bulan Desember 2020. Ini harus selesai tepat waktu,” pungkasnya.
Penulis: Francelino
Editor: Sarjana
