Hujan Deras di Jermal Sebabkan Banjir Hampir Semeter, Warga Ungkap Kekecewaan dengan Cara Ini
Tri bun-Medan.com, Medan – Hujan deras mengguyur kota Medan menyebabkan beberapa daerah terendam banjir, Rabu (23/9/2020). Namun, banjir di Gang Karya, Lingkungan IV, Jalan jermal, Kecamatan Medan Denai ini memiliki pemandangan unik.
Hal ini dapat terlihat dari seorang bapak paruh baya yang menaiki sebuah wadah mandi bayi di tengah banjir yang terjadi di gangnya. Rahman (50) mengungkapkan rasa kecewa dan pasrahnya dengan banjir yang melanda belasan rumah di gangnya dengan memainkan bak mandi secara spontan karena sudah pasrah lihat rumah yang tergenang.
“Ya bisa dibilang ini rasa kecewa dan rasa bodo amat sudah, lihat rumah banjir gak selesai-selesai yauda spontan karena hujan main airlah, karena di luar lebih tinggi, ya kami sudah lelahlah. Di dalam rumah sudah bisa berenang ini,” ungkap Rahman kepada Tri bun Medan.
Amatan Tri bun Medan, tampak deretan rumah di Gang Karya menguras rumah, mulai dari menggunakan ember hingga menggunakan mesin air yang digunakan secara bergilir oleh warga setempat.
Rahman mengatakan jika banjir ini sudah dialaminya kurang lebih 14 tahun. Ia menuturkan bahwa tidak perlu waktu lama hingga terjadi banjir setinggi hampir satu meter ini. Diketahui, penyebab rawannya banjir, lantaran tidak ada saluran air di gang Karya hingga setiap hujan langsung menyerbu rumah warga.
RAHMAN, warga Gang Karya ungkapkan rasa kecewa dengan menaiki bak mandi bayi menjadi perahu saat banjir di depan rumahnya, Rabu (23/9/2020). “Kita masuk dari depan rumah karena parit tidak jalan, saluran air kita tidak ada cuman satu itupun pipa kecil. Jadi hujan sedikit sudah banjir ini. Tadi waktu awal hampir satu meter ada. Air dari depan lari ke gang kami semua ya karena gak ada saluran air, makanya tadi kita bisa pake sampan tadi,” ujarnya.
Dari seluruh rumah di Gang Karya ini, hanya ada satu pipa kecil di samping rumah warga yang tampak menarik air agar surut. Banjir yang rutin menerjang gang ini juga turut merusak perabotan warga, Rahman sendiri sudah mengalami kerugian dengan kerusakan lemari, barang elektronik seperti loudspeaker yang keropos akibat seringnya diterjang banjir.
Senada dengan Rahman, Nuri yang rumahnya tak jauh dari Rahman juga tampak menguras banjir yang tampak masih menggenangi rumahnya. Ia sendiri sudah lelah lantaran tiap hujan sedikit langsung menggenangi rumah.
“Kalau banjir ini sudah capek, karena gak ada saluran jadi sedikit hujan langsung masuk ke rumah, ini kita lagi nunggu giliran mesin air untuk ngeluarin banjir. Capek lah gini-gini terus, mending kalau gini masih siang, kadang kalau malam mau nangis kami sampai gak tidur untuk nguras banjir ini,” kata Nuri.
Berangkat dari permasalahan Gang Karya yang menjadi langganan banjir, Rahman berharap agar mendapat perhatian dari pemerintah untuk dapat memperhatikan penataan saluran air agar dapat mengaliri air hujan.
“Harapannya kita ingin ada penimbunan lebih tinggi atau ada pembuatan saluran air agar kalau banjir dapat langsung mengalir tidak menggenang seperti ini. Biar banjir gak masuk ke rumah. Kita harap ada perhatian dari pemerintah,” pungkas Rahman.

Tinggalkan Balasan