Efek Pandemi, Waralaba Kelas Dunia Turun Ke Jalan

JAKARTA – LIPUTAN68.com Sejumlah restoran waralaba kelas dunia melakukan inovasi penjualan karena imbas dari pandemi yang berpengaruh besar terhadap eksistensi waralaba tersebut.

Diantaranya yaitu PT. Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), pemegang lisensi waralaba (franchisee/terwaralaba) Pizza Hut di Indonesia, dan Ta Wan yang dikelola PT. Eatwell Culinary Indonesia, pemilik restoran makanan Jepang Ichiban Sushi, masakan China Ta Wan, makanan kotakan Dapur Solo, dan food court Eat and Eat.

Kita sering melihat bahwa sekarang para karyawan dari restoran tersebut turun ke jalan-jalan untuk menjajakan secara langsung produknya kepada konsumen.

Ini menjadi fenomena yang menunjukkan bahwa perputaran ekonomi yang tidak stabil juga dirasakan oleh para pelaku usaha tersebut.

Misalnya Pizza Hut, para pegawai langsung menjajakan jualannya di pinggir jalan, dengan tidak sungkan kepada pejalan kaki yang melintas ditawarkan langsung produk yang biasanya hanya bisa kita lihat jika langsung berkunjung ke restoran.

Kurniadi Sulistyomo, Corporate Secretary PZZA, menjelaskan dampak pandemi terhadap kondisi perusahaan.

Kurniadi mengungkapkan bahwa perseroan masih melakukan pembatasan waktu untuk kegiatan usaha dan operasional outlet restoran serta pembatasan kapasitas tempat duduk (dine-in) di berbagai wilayah kabupaten atau kotama di Indonesia.

Akan tetapi, sampai saat ini perseroan belum melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja), pemotongan gaji atau perumahan karyawan.

“Kami mengatur penyesuaian terhadap jadwal shift kerja, khususnya untuk karyawan outlet restoran. Hal ini disesuaikan dengan pembatasan jam dan waktu kegiatan usaha di masing-masing kabupaten dan kota,” kata Kurniadi beberapa waktu lalu.

Disadur dari cnbcindonesia.com, pada kuartal I-2020, PZZA mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 85% menjadi Rp 6,04 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, PZZA membukukan laba bersih Rp 40,17 miliar.

Direktur Sarimelati Kencana Joe Sasanto tidak merespons saat dihubungi mengenai alasan mengapa banyak pegawainya berjualan di pinggir jalan, termasuk pilihan dalam strategi bisnis.

Sejak beberapa bulan lalu, pegawai Pizza Hut kerap dijumpai menjajakan produknya di pinggir jalan. Salah satu yang kerap ditemui adalah produk Rp. 100.000/4 box.(SS/JB01)

BAGIKAN KE :