Misti tinggal di rumah semi permanen tersebut bersama istri, anak dan cucunya. Kesulitan ekonomi membuat Misti tidak memiliki biaya untuk memperbaiki atap rumah nya yang roboh. “Kalau untuk biaya memperbaiki atap ini belum ada lah. Untuk bisa makan saja syukur,” katanya.
Misti mengatakan sejak hari kejadian hingga kini beberapa bantuan berangsur datang. Seperti sembako dan kayu untuk membangun atap. “Alhamdulillah ada yang membantu sedikit-sedikit, dari dermawan dan dari warga sini,” katanya.
Sementara itu, untuk bantuan dari pihak pemerintah setempat, Misti mengaku belum ada bantuan yang diberikan. “Bantuan sejauh ini dari warga dan dari para dermawan. Bantuan nya materiil dan juga jasa tukang untuk memasang kayu di atap ini. Itu hari minggu kemarin mereka kerja, tapi hari biasa gini enggak ada,” katanya.
Terpisah, Camat Medan Labuhan Rudy Asriandi mengatakan masih menunggu bantuan dari BPBD setempat.
“Kita masih menunggu dari BPBD terlebih dahulu, baru rencananya akan kita bantu dari pihak keluarga,” tuturnya. (cr14/tri bun-medan.com)
