SINGARAJA-LIPUTAN68.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus berupaya memutus siklus penularan nyamuk Aedes Aegypti yang diketahui sebagai penyebab timbulnya wabah demam berdarah. Sehingga petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik) digenjot untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin.
Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG saat usai menghadiri rapat paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Buleleng, Kamis (1/10/2020).
Tiap-tiap Puskesmas di Buleleng memiliki wilayah binaan masing-masing. Ditekankan agar dalam satu lingkungan keluarga terdapat nsatu Jumantik. Sehingga pemantauan yang dilakukan bisa lebih efektif dan juga agar aktif melaporkan hasil pemantauan pada petugas kesehatan yang terdekat.
“Setiap rumah itu harus ada Jumantik, baik itu Ibunya, Bapaknya atau siapa saja. Yang jelas tiap keluarga itu harus ada. Tiap ada genangan air itu harus dipantau,” ujarnya.
Ketika ditemukan genangan air, lanjut Wabup Sutjidra, itu harus tetap dipantau apakah terdapat jentik nyamuknya atau tidak. Jika terdapat jentik nyamuk, hal itu harus segera dilaporkan dan nantinya akan diberikan serbuk abate untuk mengatasi. Terkait dengan stok bibit abate yang tersedia di Buleleng, dikatakan masih aman. Sebelumnya, daerah rawan dan banyak terdapat kasus wabah demam berdarah sudah didistribusikan bibit abate.








