Mas Bobby Nasution Pewaris Budaya Nusantara

Nilai kearifan lokal perlu dilestarikan. Ada pepatah bijak yang mengatakan, Biarlah Sunda dengan kesundaannya, Bali dengan kebaliannya, Jawa dengan kejawaannya, Batak dengan kebatakannya, Melayu dengan kemelayuannya, Bugis dengan kebugisannya, Banjar dengan kebanjarannya. Asalkan bermuara ke lautan Indonesia.

Pada tanggal 24 – 26 November 2017 diselenggarakan upacara adat Batak. Bertempat di perumahan Bukit Hijau Regency, Taman Setia Budi, Medan Sumatera Utara.

Acara adat Batak untuk menyambut pernikahan Bobby Nasution dengan Kahiyang Ayu dimulai dengan manolpokkan lahan, menyembelih kerbau, gondang sembilan dan manortor. Kemudian diteruskan dengan sidang adat. Pagi harinya acara pemberian gelar dan mangupa dibagas namartua.

“Horas”. Beginilah tulisan salam Batak yang terpampang dalam souvenir pernikahan. Souvenir ini berupa tempat balpoin yang dihias manik-manik berwarna hitam putih. Oleh-oleh dari Bobby Nasution yang lahir di Tapanuli Selatan tanggal 5 Juli 1991 sungguh indah asri anglam-lami.

Kahiyang Ayu yang lahir di Surakarta pada tanggal 20 April 1991 ini mendapat gelar Siregar. Ayah Bobby bernama Erwin Nasution. Ibunya bernama Ade Hanifah Siregar. Trahing kusuma rembesing madu. Sesungguhnya Bobby Nasution merupakan keturunan ketujuh Raja Gunung Baringin Nasution Mandailing Natal Penyabungan Timur.

Warga Jawa rantau yang bermukim sejak tahun 1870 di kabupaten Serdang Bedagai merasa turut berbahagia. Mereka keturunan warga transmigrasi awal yang mangayu bagya atas pernikahan Bobby Kahiyang. Joglo Sukobudoyo yang bertempat di Jl. Coklat 1 Batangterap Perbaungan Sergai membuat sarasehan budaya. Selaku narasumber GKRAy Dra. Koes Moertiyah, M.Pd dan Dr. KPH Edy Wirabhumi, SH.

Acara silaturahmi budaya ini dipimpin oleh Ir. H. Soekirman, tokoh Pujakesuma Putra Jawa Kelahiran Sumatra. Hadir pula pimpinan Kerabat, Kerukunan Rakyat Batak, dengan tokohnya Drs. Joni Walker Manik, MM. Acara ini dilakukan pada tanggal 25 November 2017. Peserta sama regeng nggayeng seneng.

Sejarah kerajaan Jawa yang disampaikan oleh GKRAy Dra. Koes Moertiyah, M.Pd ditujukan untuk memberi kesadaran historis. Bobby Nasution dapat mengambil kearifan lokal, demi menyongsong masa depan. Dr. KPH Edi Wirabhumi, SH selaku pangarsa punjer paguyuban kawula Karaton Surakarta Hadiningrat turut memberi doa restu kepada kedua mempelai.

Forum Komunikasi dan Informasi Kraton Nusantara pada tanggal 26 November 2017 berkumpul di Istana Maimun Medan. Para raja Nusantara ini turut pula memberi salam bahagia buat Muhammad Afif Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu. Istana Maimun dibangun oleh Sultan Deli, Sultan Maimoen Al Rasyid pada tanggal 26 Agustus 1888. Wibawa dan kharisma Sultan Deli merembes di sanubari pengantin baru. Doa restu dari leluhur ini diharapkan akan melahirkan generasi unggulan. Yakni yang siap mengabdi pada rakyat.

Kegiatan formal yang bernilai kultural terjadi pada tanggal 27 November 2017. Ir. H. Joko Widodo datang ke daerah Dolog Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai. Lagi-lagi kegiatan ini dipimpin oleh Ir. H. Soekirman yang didampingi oleh Drs. Joni Walker Manik, MM. Tokoh Jawa dari Batak ini menyambut Jokowi yang akan menanam bibit kelapa sawit.

Peremajaan pohon kelapa sawit menempati wilayah Dolog Masihul. Dolog berarti bukit. Masihul berarti percintaan. Seolah warga Dolog Masihul menyambut Bobby – Kahiyang yang sedang menempuh hidup baru. Bukit percintaan yang bersemi akan melahirkan buah hati.

Betul juga Tuhan memberi buah hati kepada pasangan Bobby Kahiyang. Lahir anak pertama, Sedah Mirah Nasution tanggal 1 Agustus 2018 dan Panembahan Al Nahyan Nasution pada tanggal 11 Agustus 2020. Rasa bahagia Pak Jokowi dan Bu Iriana bertambah lengkap.

Sedah Mirah Nasution dan Panembahan Al Nahyan Nasution kado buat Pakdhe Gibran Rakabuming Raka dan Paklik Kaesang Pengarep. Wilayah Solo Medan semakin dekat saja. Kejayaan Solo sama saja dengan kejayaan Medan. Kebahagiaan kota Surakarta sama saja dengan kebahagiaan Sumatra Utara.

Kesejukan area wisata di Brastagi seakan-akan berasa area wisata di Tawangmangu. Segarnya air Danau Toba, berasa pula dengan segarnya air Umbul Cokro Pengging. Derasnya sungai Asahan, tampak pula aliran Bengawan Solo. Berkah kesuburan kawasan gunung Sinabung, terasa pula kesuburan kawasan gunung Merapi. Luasnya lapangan Merdeka Medan, juga tampak luas pula stadion Sri Wedari Solo.

Insan dan alam mendukung pasangan Medan Solo. Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution memang berjaya di Surakarta dan berjaya di Medan. Kejayaan itu selalu dipersembahkan buat bumi nusantara, dari Sabang sampai Merauke.

Aja lamis

Aja sok gampang janji wong manis, Yen ta amung lamis
Becik aluwung prasaja nimas, Ora agawe gela.
Tansah ngugemi tresnamu wingi, Jebul amung lamis
Kaya ngenteni thukuling jamur ing mangsa ketiga.
Aku iki prasasat lara tan antuk jampi
Mbok aja amung lamis, Kang uwis dadine banjur titis.
Akeh tuladha kang dhemen cidra uripe rekasa, Milih sawiji endi kang suci tanggung bisa mukti

Rakyat bersatu padu untuk mewujudkan pengayoman. Masyarakat manyatunya jiwa raga untuk memberi dorongan. Kejayaan nusantara dihadirkan dengan riang gembira, kerja keras dan usaha sungguh-sungguh.

Muhammad Afif Bobby Nasution yang didampingi Kahiyang Ayu menangkap suara hati yang tulus. Suara hati adalah kehendak ibu pertiwi. Manunggalnya dua jiwa mengantar kejayaan Nusantara.

(M-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *