JAKARTA – LIPUTAN68.com – Peristiwa kebakaran mobil mulai sering terjadi, apalagi ketika memasuki musim kemarau atau panas. Selain karena masalah teknis, beberapa benda yang dibiarkan bersemayam di dalam kabin pun bisa jadi pemicu.
Senior instructor sekaligus founder dari Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu, menganjurkan pengendara untuk melakukan langkah antisipatif.
“Kebakaran memerlukan beberapa pemicu yang disebut segitiga api. Dia terdiri dari udara, panas, dan bahan bakar. Namun, untuk pencegahan sebaiknya tidak meletakkan barang-barang mudah terbakar dalam mobil,” kata Jusri di Jakarta.
Benda apa saja yang lebih baik tidak disimpan di dalam mobil tersebut ? Berikut penjelasannya.
Korek Api Gas
Benda ini umumnya dibawa oleh perokok. Jangan tinggalkan korek api di dalam kabin. Hawa panas dan paparan sinar matahari bisa memicu terjadinya ledakan dan menimbulkan kebakaran. “Ingat lagi, segitiga api itu ada dalam mobil. Memang sewajarnya (korek api) itu tidak boleh ada dalam mobil, bagi perokok jangan teledor,” katanya.
Body Spray atau Deodorant
Perlengkapan satu ini juga sering terlewat oleh pemilik mobil. Alih-alih ingin menjaga penampilan justru bisa picu terjadinya kebakaran. Dalam body spray atau deodorant memiliki kandungan kimia aerosol yang memiliki tekanan tinggi dan dapat memicu api. Ketika berada di suhu panas dia akan bereaksi atau bisa saja meledak
Powerbank
Ketika suhu pada powerbank melebihi batas dan tingkatan panas tertentu, piranti ini akan mencapai titik puncaknya lalu bisa saja meledak. Disarankan jangan meninggalkan powerbank dalam keadaan men-charge pada konsol lighter mobil. Sebaiknya pemilik membawa ketika keluar dalam mobil.
Korek Api Gas
