SINGARAJA-LIPUTAN68.COM – Pertarungan antara Made Sudiari, ibunda Komang NS korban eksploitasi anak di bawah dalam kegiatan politis pada Pemilu 2019, versus DR Somvir, anggota DPRD Bali dari NasDem asal India, mulai seru.
Ini lantara DR Somvir yang notabene wakil rakyat sekarang melawan rakyat yang diwakilinya ke Polres Buleleng. Ya, setelah dimintai keterangan oleh penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng, Sabtu (3/10/2020) siang pekan lau, Rabu (7/10/2020) petang DR Somvir medatangi Mapolres Buleleng dan melapor Sudiari ke Polres Buleleng.
DR Somvir didampingi Ketua BAHU Bali Partai Nasdem, Wayan Karta pada Rabu (7/10/2020) sore sekitar Pukul 17.00 Wita melapor ke Polres Buleleng.
“DR Somvir melaporkan Made Sudiari bukan untuk memenjarakannya. Namun untuk mengungkap atau memburu siapa dalang dibalik permasalahan ini.” ucap Wayan Karta, jurubicara DR Somvir.
Lebih lanjut Wayan Karta dengan percaya diri meyakini awak media, bahwa DR Somvir sudah tidak ada masalah dengan apa yang dilaporkan oleh Made Sudiari ibunda Komang NS. Artinya persoalan DR Somvir pada Pemilu 2019 lalu sudah tidak ada masalah karena tidak ada bukti, baik laporan di Bawaslu Buleleng, Bawaslu Provinsi Bali maupun laporan ke DPP Partai Nasdem oleh salah satu LSM Buleleng.
“Pada Pemilu 2019 lalu, DR Somvir dilaporkan ke Bawaslu Buleleng, Bawaslu Provinsi Bali oleh LSM Buleleng, hingga laporan ke DKPN dan mahkamah partai Nasdem oleh rival DR Somvir yakni Tirtawan. Hasilnya tidak cukup bukti,” ucap Karta.








