Liputan PENDIDIKAN

Mahdi Ibrahim: Perkuat Ekosistem Pendidikan untuk Atasi Kesenjangan Pendidikan di Daerah

Ditulis oleh Liputan68 pada 16 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

ASAHAN – LIPUTAN68.COM – Akibat dari wabah covid -19 yang sudah berlangsung hampir satu tahun, diperkirakan mutu pendidikan setiap daerah terus merosot tajam, dampaknya kualitas lulusan dan daya saing akan semakin menurun drastis. Hal ini tidak bisa dipungkiri, kenyataan lapangan menunjukkan fenomena ke arah itu.

Oleh karena itu diperlukan partisipasi yang serius dari semua stakeholder untuk membangun dan meningkatkan layanan pendidikan, ungkap Mahdi Ibrahim tokoh Pendidikan Sumatera utara ketika menyampaikan materi paparannya dalam acara rapat kerja Dewan Pendidikan Kabupaten Asahan, Rabu (14/10/2020) di kisaran.

Kepada semua pemerintah daerah (pemda) Mahdi ibrahim yang pernah menjabat selaku Sekretaris Dewan Pendidikan Sumatera Utara 2 periode itu meminta agar semua pemda perlu kerja serius dalam menangani pendidikan di daerah. Kerahkan semua tenaga dan sumber daya pendidikan untuk kembali bangkit menata simpul-simpul penggerak dunia pendidikan.

“Pemerintah daerah bertanggung jawab dalam melahirkan generasi cerdas, terampil, bermoral/berkarakter dan berdaya saing, tantangan kedepan tidak lagi ringan dan biasa-biasa saja, wabah covid-19 telah menyita waktu dengan beban yang berat kita pikul bersama-sama, kejar ketertinggalan, motivasi masyarakat harus kembali ditingkatkan, psikologi anak-anak kita harus dipulihkan kembali dengan berbagai cara. Semangat para pendidik dan motivasi aparatur pendidikan harus segera bangkit, sehingga secara keseluruhan mulai dari hulu sd hilir harus mendapat perhatian serius”, ungkap Mahdi Ibrahim.

“Saya mengajak kepada setiap pemangku kepentingan untuk bekerja secara kolaboratif dan masyarakat harus digerakkan, pendidik harus menjadi inisiator dalam menciptakan motivasi dalam proses pendidikan, semua lembaga atau komponen yang ada semacam dewan pendidikan, PGRI, Tim penjaminan mutu pendidikan daerah, pihak swasta, termasuk media dan lembaga kemasyarakatan harus bersinergi sehingga Ekosistem pendidikan benar-benar berjalan utuh dan kuat untuk mendorong laju peningkatan dan pemeratan layanan pendidikan disetiap daerah”, ungkapnya lagi.

Tokoh pendidik yang pernah menjabat Kepala LPMP Sumut ini juga mengingatkan bahwa pada tahun 2021 bidang pendidikan sudah akan diluncurkan 7 program perioritas, yang salah satunya adalah pergantian UN menjadi Asesmen kompetensi minimum (AKM), penguatan kurikulum dan peningkatan kompetensi guru.

(M-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian