Dikutip dari: medan.tribunnews.com
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Dalam menerapkan protokoler kesehatan di masa pandemi Covid-19 yang melanda Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, berbagai cara dilakukan oleh seluruh elemen.
Tidak hanya pemerintah, polri dan TNI, dalam penerapan protokol kesehatan, para seniman di Kota Medan membuat mural bergambarkan pemakaian masker untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Mural yang dibuat sejak 21 September 2020 lalu, ini tidak berlangsung lama.
Pada Jumat (16/10/2020), sebulan tepat, mural yang digarap Project Officer Mural ini kandas di tangan orang yang tidak bertanggungjawab.
Pasalnya, mural yang sebelumnya sempat viral ini dirusak dengan coretan cat semprot berwarna merah. Bukan memperindah tampilan, melainkan merusak hasil seni para pelukis mural.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Project Officer Mural, Bobi yang dikonfirmasi Tribun Medan pada Jumat siang merasa sangat kecewa atas tindakan orang-orang tidak bertanggungjawab.
“Kita sangat kecewa dengan apa yang terjadi. Terkejut juga melihat aksi pencoretan mural yang berfungsi sebagai kampanye protokol kesehatan dalam pencengahan penyebaran covid-19 malah dirusak,” katanya.
Lanjut Bobi, pihaknya berharap agar ke depan tidak akan terjadi lagi tangan-tangan jahil yang merusak sebuah karya seni.
“Harapannya semoga tidak ada lagi tangan-tangan jahil yang merusak sebuah karya seni yang telah dibuat,” ungkapnya.
Dalam kejadian tersebut, sambung Bobi, pihaknya juga berencana akan segera memperbaiki coretan yang telah merusak hasil karyanya. “Meski demikian sebagai kita akan secepatnya memperbaiki mural tersebut,” bebernya.
Seperti yang diketahui, sebelumnya mural yang mengkampanyekan tentang protokoler kesehatan ini mulai dilirik oleh warga kota Medan dan sekitarnya.
Tak jarang, orang yang melihat lukisan dinding tersebut, mengabadikan dengan berfoto. Tidak sampai di situ, foto mural tersebut sempat memenangkan perlombaan foto yang diselenggarakan salah satu pemilik akun Instagram.








