WAGUB JOSEF: “ PRODUK LOKAL HARUS TERUS DIPROMOSIKAN”

KUPANG-LIPUTAN68.COM – Wakil Gubernr NTT, Drs.Josef A. Nae Soi, MM, mengatakan untuk terus mendorong pariwisata NTT agar lebih dikenal masyarakat lokal maupun mancanegara maka produk pangan lokal harus terus dipromosikan.

Wagub Josef mengatakan hal tersebut dalam sambutannya pada Focus Grup Discussion (FGD) Strategi Reaktivasi Pariwisata Nusantara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI bertempat di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, Selasa (20/10/2020).

“Visi pembangunan Pemerintah Provinsi NTT adalah NTT bangkit NTT Sejahtera dengan penggerak utamanya adalah sektor pariwisata. Pariwisata ini sebagai sektor unggulan. Untuk itu maka produk pangan lokal NTT harus terus dipromosikan. Misalnya Kopi, saya mau supaya setiap hotel di NTT siapkan minuman kopi yang diproduksi dari NTT sendiri. Tentunya ini sangat baik karena tamu-tamu yang datang bukan hanya menginap tetapi bisa menikmati minuman kopi kita. Ini juga mendukung pariwisata dari segi promosi pangan lokal,” jelas Wagub Josef.

Ia mengatakan, bila berbicara tentang pariwisata maka ada 5A yaitu Atraktif, Akomodasi, Aksesibilitas, Amenities dan Awarness. “Selain itu kami juga mewajibkan agar dari seluruh 21 kabupaten/kota di NTT membuat event pariwisata setiap tahun dan sudah ada yang dilaksanakan dalam kemasan berupa festival-festival. Adapun juga kami mewajibkan setiap ASN menggunakan sarung adat setiap hari selasa dan jumat sebagai bentuk kecintaan pada warisan nenek moyang dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat ,” katanya.

Lebih lanjut Wagub Josef juga memberikan apresiasi pada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. “Terima kasih pada Kemenparekraf telah menyelenggarakan dan memilih NTT sebagai tuan rumah kegiatan FGD. Saya menyambut baik FGD ini dengan harapan mari kita bersama-sama mencari apa saja yang kita rumuskan sesuai dengan 3 dimensi yaitu dimensi ideal yaitu harus memenuhi kriteria internasional dan nasional, dimensi realita yaitu harus melihat realistis kondisi daerah kita di NTT dan dimensi fleksibilitas yaitu perpaduan antara dimensi ideal dan dimensi realitas,” ungkapnya.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *