Liputan POLITIK

KENAPA PAULUS SOLIWOA HARUS MAJU? KENAPA HARUS GANDENG GUD?

Ditulis oleh Liputan68 pada 21 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

BAJAWA-LIPUTAN68.COM – Pembangunan suatu wilayah adalah sebuah proses berkesinambungan yang tidak boleh berhenti. Oleh karena itu maka Pemerintah harus selalu hadir sebagai abdi masyarakat yang bekerja untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakatnya. Periodesasi pembangunan, merupakan sebuah pentahapan, dalam proses pembangunan itu sendiri.

Kondisi Kabupaten Ngada, sebagai sebuah wilayah yang didalamnya terdapat Pemerintah dan Masyarakat, harus terus didorong agar masyarakatnya semakin sejahtera dan bermartabat dan memiliki daya saing dengan daerah lainnya. Fakta yang terjadi sejak Pemerintahan Orde Baru sampai dengan saat ini di era Reformasi, adalah sebuah jawaban bahwa kehadiran Pemerintah menjadi factor kunci untuk menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Namun demikian, kesinambungan proses pembangunan dari masa ke masa merupakan hal yang sangat krusial dalam pembangunan.

Fakta menunjukan bahwa karena alasan politik, maka proses kesinambungan itu mengalami kendala yang sangat berarti, dimana setiap pemimpin seolah tidak mau melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh pemimpin terdahulu karena akan dianggap tidak memiliki konsep sendiri dan hanya menjiplak kebijakan pemerintahan sebelumnya. Setiap pemimpin selalu memiliki gagasan-gagasan baru dalam pembangunan yang sangat kental aroma “harus berbeda” atau dengan kata lain bahwa setiap pemimpin akan “berusaha” memiliki “Ciri Khas” yang berbeda dari pemimpin terdahulu.

Pemerintahan sebelumnya, lahir dari sebuah “KOMITMEN BESAR”, bahwa kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ngada tidak bisa terwujud hanya dalam tempo 10 Tahun saja, melainkan harus ada kesinambungan yang terukur dari masa ke masa. Pada Periodesasi 2010-2015, focus utama pembangunan daerah sesuai amanat RPJPD kabupaten Ngada 2006-2026 adalah pada DINAMISASI & PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT. Oleh karena itu maka, pemerintahan pada Periode sekarang meletakan tekad membangun Ngada Dari Desa melalui PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT (PERAK).

Masyarakat diintervensi dengan program-program pemberdayaan agar pada saatnya benar-benar MANDIRI dan SEJAHTERA. Memasuki era PEmerintahan saat ini, Fokus utama dalam Pembangunan adalah pada AKSELERASI KEMANDIRIAN MASYARAKAT, dimana pada periodesasi sebelumnya, masyarakat sudah diintervensi dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat, maka pada periodesasi ini, kemandirian itu harus dipercepat melalui Strategi Utama yaitu, ZALA BODHA SIRO SARO, WAE BODHA GEBHO GABHO dan DARA BODHA RILO RALO. Hal ini mutlak dilakukan karena kondisi infrastruktur sebagai urat nadi perekonomian masyarkat dalam kondisi yang harus DIBENAHI.

MENGAPA PS HARUS MENGGANDENG GUD?

Kombinasi Birokrat- Entrepreneur

PAS-GUD adalah pasangan yang ideal, mewakili birokrat Handal dan Politisi serta penggiat entrepreneur. Mereka akan menjadi eksekutor yang cepat, tapi tetap tidak keluar dari bingkai regulasi dan kultur birokrasi.

Fokus pada Pertanian pada Umumnya, Industri UMKM serta Pariwisata. Fokus utama PAS-GUD pada bidang pertanian, Industri dan UMKM serta Pariwisata. Ketiga sektor ini sangat tepat dalam mengeksplorasi potensi-potensi Kabupaten Ngada, setelah persoalan Infrastruktur sebagai urat nadi perekonomian telah teratasi pada periodesasi sebelumnya. Dengan demikian maka ketiga sector ini dipandang memiliki DAYANG UNGKIT yang sangat kuat untuk membawa Masyarakat Ngada yang Unggul, Sejahtera dan Mandiri

Perpaduan Dua Pribadi Yang Berkarakter kuat dan Milenial

PS memiliki karakter Kepribadian yang Kuat, dan Tenag dalam menghadapi berbagai Situasi dan selalu Tepat dan Cepat dalam Pengambilan Kebijakan. Hal ini tentu tidak lepas dari Segudang Pengalaman, baik sebagai Birokrat maupun sebagai Politisi, sedangkan GUD adalah seorang Anak Muda yang memiliki Komitmen yang kuat serta akrab dengan kultur milenial. Perpaduan ini akan melahirkan sebuah Penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten Ngada yang berbasis IPTEK.

Menjaga Kesinambungan Pembangunan

PAS-GUD adalah kombinasi dua Generasi yang tentunya akan menjamin adanya kesinambungan Pembangunan.

Jaringan Kuat di Provinsi dan Pusat

PAS-GUD adalah kombinasi yang Ideal dalam Pembangunan di Kabupaten Ngada, karena kedua Figur ini memiliki Jaringan Langsung dan Sangat Kuat baik dengan Pemerintah Provinsi NTT, DPRD Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat dan DPR-RI.

APA YANG SUDAH KITA CAPAI SAAT INI ?

BIROKRASI : Roda Pemerintahan di Kabupaten Ngada sejak tiga tahun terakhir, telah dilaksanakan secara elektronik menuju terwujudnya Elektronik Government. Hal ini ditunjukan dengan Penerapan Sistem E-Planing, E Budgetting, E Procurement, e-Perijinan, dll. Melalui penerapan Elektronik Government, menjamin akuntabilitas kinerja pemerintahan.

Dari seluruh Kabupaten di Provinsi NTT, Kabupaten Ngada lah yang paling pertama menerapkan Elektronik Government, dimana Perencanaan dan Penganggarannya merupakan satu kesatuan sistem yang terintegrasi, sehingga meminimalisir terjadinya Human Error. Dengan sitem elektronik ini masyarakat secara luas dapat mengakses apa isi rencana kerja yang akan dilakukan oleh pemerintah.

Atas kInerja baik ini, Bupati Ngada pun diundang oleh UNDP untuk menjadi salah satu Narasumber, bersama Ketua KPK, Kepala Staf Kepresidenan, Wali Kota Surabaya, Gubernur Jawa Tengah dan beberapa pemateri lainnya, dalam Forum Nasional tentang Transparansi dalam Penyelenggaraan Roda Pemerintahan.

OPINI BPK: Sepanjang sejarah berdirinya Kabupaten Ngada, belum pernah sekalipun Badan Pemeriksa Keuangan memberikan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Raihan tertinggi Kabupaten Ngada atas Pengelolaan Keuangan Daerah sebelunya adalah Wajar Dengan Pengeculaian (WDP). PS merupakan sosok Bupati yang melanjutkan roda pemerintahan Kabupaten Ngada disisa waktu kurang lebih 3 (tiga) Tahun. Dengan demikian maka tugas PS sebagai Bupati adalah MENYELESAIKAN rencana yang telah dibuat dan MENATA Birokrasi di Kabupaten Ngada. Terbukti penilaian BPK atas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Ngada tahun 2018 dan 2019 secara berturut-turut adalah WAJAR TANPA PENGECUALIAN, dan hal ini merupakan SEJARAH BARU bagi Kabupaten Ngada dalam PEngelolaan Keuangan Daerah dan sesuai dengan Target yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Ngada Tahun 2016-2021.

INOVASI DAERAH: Menteri PAN RB Republik Indonesia, telah memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Ngada karena menjadi salah satu Kabupaten/Kota dari 99 (Sembilan Puluh Sembilan) Kabupaten/Kota, Pemerintah Provinsi termasuk Kementria /Lembaga se Indoensia (satu-satunya di NTT) yang berhasil melakukan INOVASI DAERAH DALAM PELAYANAN PUBLIK.

PENURUNAN STUNTING: Kabupaten Ngada secara sangat Signifikant berhasil menurunkan angka Prevalensi Stunting dalam kurun waktu 3 (tiga) Tahun. Kondisi Stunting di Kabupaten Ngada pada Tahun 2017 yang lalu adalah sebesar kurang lebi 68 %, mengalami penurunan signifikan pada Tahun 2018 menjadi 32 % dan pada Tahun 2019 secara signifikan turun menjadi 15 %.

Atas Prestastasi-Prestasi pada point 1 s/d 4 tersebut diatas, maka Pemerintah Pusat memberikan Penghargaan berupa Tambahan Anggaran/Dana Insentif Daerah sebesar 42 M.

PENANGANAN PENYEBARAN VIRUS COVID 19 : Kabupaten Ngada mampu mempertahankan status ZONA HUJAU, penyebaran Virus COVID 19. Berbagai langkah telah ditempuh baik langkah-langkah pencegahan maupun antisipatif telah diambil oleh PS demi menyelamatkan waga nya dari Virus Covid 19. Atas Prestasi ini, Pemerintah Pusat kembali memberikan Penghargaan berupa tambahan Anggaran / Dana Insentif Daerah sebesar 8,1 M pada Tahun 2020 ini.

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (HUMAN DEVELOPMENT INDEX):

IPM di Kabupaten Ngada terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun secara signifikan. Sebelum tahun 2016, Kabupaten Ngada merupakan Kabupaten/Kota yang berada pada urutan ke 3 (tiga) se Provisi NTT dalam Indeks Pembangunan Manusia, namun sejak Tahun 2016 sampai saat ini, Kabupaten Ngada menempati urutan 2 Kabupaten/Kota se- NTT dalam Indeks Pembangunan Manusianya. Hal ini berarti telah terjadi peningkatan nilai atau Indeks Pembangunan Manusia tersebut dari waktu ke waktu.

INFRASTRUKTUR :

Panjang Jalan Kabupaten Ngada adalah 1.042 Km. Pada Tahun 2016 kondisi jalan kita yang BAIK dan MULUS adalah sepanjang 466,74 Km, dan pada Tahun 2019 meningkat secara signifikan menjadi 723,7 Km, artinya sejak tahun 2016 sampai tahun 2019 kondisi jalan yang BAIK dan MULUS bertambah sepanjang 257 Km. Dengan adanya Kondisi Jalan yang baik dan Mulus, maka arus distribusi Barang dan Jasa akan berjalan lancar.

AKSESIBILITAS: Kebijakan Pemerintah Kabupaten Ngada dalam konteks aksesibilitas wilayah adalah Pertama; MEMBUKA KETERISOLASIAN WILAYAH, Kedua; MENUJU KANTONG-KANTONG PRODUKSI dan Ketiga; MENUJU PUSAT-PUSAT PELAYANAN UMUM. Pada Tahun 2016 yang lalu aksesbilitas ke wilayah-wilayah tersebut diatas adalah 83,79 %. Hal ini berarti masih tersisa 10,27 % wilayah-wilayah tersebut diatas BELUM BISA DIAKSES. Namun Pada Tahun 2019, aksesbilitas ke wilayah-wilayah tersebut diatas sudah 100 %. Hal ini berarti : Pertama; TIDAK ADA WILAYAH DI KABUPATEN NGADA YANG TERISOLIR, kedua; SEMUA KANTONG-KANTONG PRODUKSI SUDAH DAPAT DIJANGKAU, ketiga; SEMUA PUSAT-PUSAT PELAYANAN TELAH DAPAT DIJANGKAU.

AIR MINUM: Tahun 2016 yang lalu, prosentase masyarakat atau KK di Kabupaten Ngada yang sudah terlayani air bersih, sebesar 66,22 %, dan meningkat significant ada Tahun 2019 menjadi 74,14 %. Masih tersisa 25,86 % KK yang belum terlayani air bersih, akan digenjot oleh Pemerintah Kabupaten Ngada pada Tahun Anggaran 2020 dan Tahun Anggaran 2021 (karena APBD Kabupaten Ngada Tahun 2021 disiapkan Pemerintahan saat ini)

RUMAH LAYAK HUNI: Untuk Penyediaan Rumah Layah Huni, maka Pemerintah Kabupaten Ngada melakukan KOLABORASI LINTAS SUMBER DANA dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupate. Rumah Layak Huni yang telah dibangun sampai dengan Tahun 2019 adalah 2.074 rumah, yang akan terus dilakukan pada APBD Tahun 2020 maupun APBD Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2021.

APA YANG AKAN DILAKUKAN PAS-GUD KEDEPAN ?

Fokus Pembangunan PAS-GUD kedepan adalah pada 3 (Tiga) sector yang dianggap memiliki DAYA UNGKIT yang KUAT menuju masyarakat yang UNGGUL dan MANDIRI. Ketiga Sektor ini adalah : PERTANIAN PADA UMUMNYA, INDUSTRI & UMKM serta PARIWISATA. Pembangunan pada ketiga sector ini akan memiliki dampak Multiplier. Visi : ”Terwujudnya Masyarakat Ngada yang Sejahtera, Mandiri dan Berdaya Saing”. SEJAHTERA, dimaknai sebagai suatu kondisi (kualitas) kehidupan masyarakat Ngada yang “lebih baik” atau “lebih meningkat” dengan ukuran kuantitas bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Dalam batasan pengertian tersebut; masyarakat Ngada yang sejahtera paling tidak dicirikan oleh beberapa hal antara lain :

(1) setiap anggota atau kelompok masyarakat Ngada memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pekerjaan dan peluang usaha ekonomi dan industri,

(2) masyarakat Ngada memiliki kemampuan menjangkau dan dengan mudah mendapat layanan pendidikan,

(3) masyarakat Ngada memiliki kemampuan menjangkau dan dengan mudah mendapat layanan kesehatan dasar,

(4) masyarakat Ngada memiliki kemampuan menjangkau dan dengan mudah mendapat layanan infrastruktur dasar yang dibutuhkan. MANDIRI, dimaknai sebagai suatu kondisi dimana masyarakat selalu optimis dan memiliki inisiatif serta kemampuan untuk berusaha menyelesaikan semua persoalan (social, ekonomi dan budaya) yang dihadapi sebelum atau tanpa harus menunggu keterlibatan pihak lain terutama pemerintah. Dalam batasan pengertian tersebut; masyarakat Ngada yang mandiri dicirikan oleh beberapa hal antara lain:

(1) selalu berusaha melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat,

(2) selalu mampu memanfaatkan semua potensi sumberdaya yang ada dan dimiliki dan

(3) selalu mau dan mampu bekerjasama dengan sesama anggota masyarakat dan pihak lainnya dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi. DAYA SAING, dimaknai sebagai suatu kondisi masyarakat Ngada yang mampu tumbuh dan berkembang secara produktif dan mampu menghasilkan produk-produk unggulan daerah yang menjadi pembeda baik dalam lingkungan yang sama maupun dalam lingkungan yang lebih luas.

Dalam batasan pengertian tersebut; Daya Saing masyarakat Ngada dicirikan oleh beberapa hal antara lain

(1) masyarakat Ngada memiliki tingkat pendidikan di atas rata-rata ukuran propinsi NTT,

(2) masyarakat Ngada memiliki derajat kesehatan yang di atas rata-rata propinsi NTT dan

(3) masyarakat Ngada mampu menghasilkan produk-produk unggulan daerah yang memiliki keunggulan komparatif yang mampu bersaing dengan produk-produk wilayah lain dan mempunyai nilai jual tinggi.

MISI PEBANGUNAN DAERAH KABUPATEN NGADA :

Meningkatkan dan Memperkuat Ketahanan Ekonomi Masyarakat;
Memberdayakan Potensi dan Sumber Daya Ekonomi Unggulan berbasis Keunggulan Daerah;
Mengembangkan Potensi Pariwisata Daerah Yang Berdayasaing;
Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia menjadi lebih Kompetitif dan berdaya saing melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan mashyarakat
Reformasi Birokrasi Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Layanan Publik.

ISU-ISU STRATEGIS

ISU STRATEGIS PELAKSANAAN MISI PERTAMA; Tersedianya Kebutuhan pangan masyarakat menuju terciptanya KEMANDIRIAN PANGAN melalui RUMAH PANGAN LESTARI dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki.

ISU STRATEGIS PELAKSANAAN MISI KEDUA; Terwujudnya Produk-Produk Domestik Kabupaten Ngada yang memiliki Keunggulan Komparatif melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif Masyarakat Ngada (EKRAF-NGADA) dengan mendorong Indsutrialisasi dan UMKM untuk menciptakan NILAI TAMBAH Komoditi Sektor Pertanian.

ISU STRATEGIS PELAKSANAAN MISI KETIGA; Mewujudkan Kabupaten Ngada sebagai Daerah tujuan Wisata yang Ramah dan Bersahaja melalui Penataan DEstinasi Wisata, Menyediakan AKses yang layak menuju Destinasi Wisata dan Pembangunan SDM Pariwisata melalui Gerakan SADAR WISATA

ISU STRATEGIS PELAKSANAAN MISI KEEMPAT; Mewujudkan peningkatan kualitas Kesehatan dan Pendidikan masyarakat Ngada melalui pendekatan Investasi Anak Ngada SEHAT dan PINTAR (INTAN SEHAT & PINTAR)

ISU STRATEGIS PELAKSANAAN MISI KELIMA; Mewujudkan Elektronik Government demi efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas kinerja Pelayanan Publik dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Ngada melalui SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH

BAGAIMANA PENDANAAN PEMBANGUNAN NANTINYA ?

APBD Kabupaten Ngada saat ini tergolong “kecil”. Untuk mewujudkan Visi dan Misi tersebut diatas, maka tentunya sangat dibutuhkan Input Pendanaan yang kuat. Bagi PAS-GUD, pembiayaan Pembangunan Daerah sangatlah penting agar seluruh rencana-rencana besar tersebut diatas dapat terwujud. Oleh karena itu, maka Komitmen PAS-GUD dalam mewujudkan Keunggulan dan Kemandirian bagi masyarat dari aspek Pendanaan Program-Program Pembangunan adalah melalui EFISIENSI dan FOKUS, dengan mengembangkan Pola Kolaborasi Lintas Sumber DANA, baik dengan Pemerintah Desa, Pemerintah Provinsi, Pemerinta Pusat maupun sumber pendanaan lainnya seperti Coorporate Social Responsibility (CSR). Hanya dengan cara inilah, maka seluruh agenda Pembangunan dalam mewujudkan masyarakat yang Unggul dan Sejahtera tersebut dapat terwujud, tidak sekedar “Business as Usual”

Penulis: Mario Langun
Editor: Francelino

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian