AKSESIBILITAS: Kebijakan Pemerintah Kabupaten Ngada dalam konteks aksesibilitas wilayah adalah Pertama; MEMBUKA KETERISOLASIAN WILAYAH, Kedua; MENUJU KANTONG-KANTONG PRODUKSI dan Ketiga; MENUJU PUSAT-PUSAT PELAYANAN UMUM. Pada Tahun 2016 yang lalu aksesbilitas ke wilayah-wilayah tersebut diatas adalah 83,79 %. Hal ini berarti masih tersisa 10,27 % wilayah-wilayah tersebut diatas BELUM BISA DIAKSES. Namun Pada Tahun 2019, aksesbilitas ke wilayah-wilayah tersebut diatas sudah 100 %. Hal ini berarti : Pertama; TIDAK ADA WILAYAH DI KABUPATEN NGADA YANG TERISOLIR, kedua; SEMUA KANTONG-KANTONG PRODUKSI SUDAH DAPAT DIJANGKAU, ketiga; SEMUA PUSAT-PUSAT PELAYANAN TELAH DAPAT DIJANGKAU.
AIR MINUM: Tahun 2016 yang lalu, prosentase masyarakat atau KK di Kabupaten Ngada yang sudah terlayani air bersih, sebesar 66,22 %, dan meningkat significant ada Tahun 2019 menjadi 74,14 %. Masih tersisa 25,86 % KK yang belum terlayani air bersih, akan digenjot oleh Pemerintah Kabupaten Ngada pada Tahun Anggaran 2020 dan Tahun Anggaran 2021 (karena APBD Kabupaten Ngada Tahun 2021 disiapkan Pemerintahan saat ini)
RUMAH LAYAK HUNI: Untuk Penyediaan Rumah Layah Huni, maka Pemerintah Kabupaten Ngada melakukan KOLABORASI LINTAS SUMBER DANA dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupate. Rumah Layak Huni yang telah dibangun sampai dengan Tahun 2019 adalah 2.074 rumah, yang akan terus dilakukan pada APBD Tahun 2020 maupun APBD Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2021.
APA YANG AKAN DILAKUKAN PAS-GUD KEDEPAN ?
Fokus Pembangunan PAS-GUD kedepan adalah pada 3 (Tiga) sector yang dianggap memiliki DAYA UNGKIT yang KUAT menuju masyarakat yang UNGGUL dan MANDIRI. Ketiga Sektor ini adalah : PERTANIAN PADA UMUMNYA, INDUSTRI & UMKM serta PARIWISATA. Pembangunan pada ketiga sector ini akan memiliki dampak Multiplier. Visi : ”Terwujudnya Masyarakat Ngada yang Sejahtera, Mandiri dan Berdaya Saing”. SEJAHTERA, dimaknai sebagai suatu kondisi (kualitas) kehidupan masyarakat Ngada yang “lebih baik” atau “lebih meningkat” dengan ukuran kuantitas bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Dalam batasan pengertian tersebut; masyarakat Ngada yang sejahtera paling tidak dicirikan oleh beberapa hal antara lain :
(1) setiap anggota atau kelompok masyarakat Ngada memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pekerjaan dan peluang usaha ekonomi dan industri,
(2) masyarakat Ngada memiliki kemampuan menjangkau dan dengan mudah mendapat layanan pendidikan,
(3) masyarakat Ngada memiliki kemampuan menjangkau dan dengan mudah mendapat layanan kesehatan dasar,
(4) masyarakat Ngada memiliki kemampuan menjangkau dan dengan mudah mendapat layanan infrastruktur dasar yang dibutuhkan. MANDIRI, dimaknai sebagai suatu kondisi dimana masyarakat selalu optimis dan memiliki inisiatif serta kemampuan untuk berusaha menyelesaikan semua persoalan (social, ekonomi dan budaya) yang dihadapi sebelum atau tanpa harus menunggu keterlibatan pihak lain terutama pemerintah. Dalam batasan pengertian tersebut; masyarakat Ngada yang mandiri dicirikan oleh beberapa hal antara lain:
(1) selalu berusaha melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat,
(2) selalu mampu memanfaatkan semua potensi sumberdaya yang ada dan dimiliki dan
(3) selalu mau dan mampu bekerjasama dengan sesama anggota masyarakat dan pihak lainnya dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi. DAYA SAING, dimaknai sebagai suatu kondisi masyarakat Ngada yang mampu tumbuh dan berkembang secara produktif dan mampu menghasilkan produk-produk unggulan daerah yang menjadi pembeda baik dalam lingkungan yang sama maupun dalam lingkungan yang lebih luas.
Dalam batasan pengertian tersebut; Daya Saing masyarakat Ngada dicirikan oleh beberapa hal antara lain
(1) masyarakat Ngada memiliki tingkat pendidikan di atas rata-rata ukuran propinsi NTT,
(2) masyarakat Ngada memiliki derajat kesehatan yang di atas rata-rata propinsi NTT dan
(3) masyarakat Ngada mampu menghasilkan produk-produk unggulan daerah yang memiliki keunggulan komparatif yang mampu bersaing dengan produk-produk wilayah lain dan mempunyai nilai jual tinggi.
MISI PEBANGUNAN DAERAH KABUPATEN NGADA :
Meningkatkan dan Memperkuat Ketahanan Ekonomi Masyarakat;
Memberdayakan Potensi dan Sumber Daya Ekonomi Unggulan berbasis Keunggulan Daerah;
Mengembangkan Potensi Pariwisata Daerah Yang Berdayasaing;
Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia menjadi lebih Kompetitif dan berdaya saing melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan mashyarakat
Reformasi Birokrasi Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Layanan Publik.
ISU-ISU STRATEGIS
ISU STRATEGIS PELAKSANAAN MISI PERTAMA; Tersedianya Kebutuhan pangan masyarakat menuju terciptanya KEMANDIRIAN PANGAN melalui RUMAH PANGAN LESTARI dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki.
ISU STRATEGIS PELAKSANAAN MISI KEDUA; Terwujudnya Produk-Produk Domestik Kabupaten Ngada yang memiliki Keunggulan Komparatif melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif Masyarakat Ngada (EKRAF-NGADA) dengan mendorong Indsutrialisasi dan UMKM untuk menciptakan NILAI TAMBAH Komoditi Sektor Pertanian.
ISU STRATEGIS PELAKSANAAN MISI KETIGA; Mewujudkan Kabupaten Ngada sebagai Daerah tujuan Wisata yang Ramah dan Bersahaja melalui Penataan DEstinasi Wisata, Menyediakan AKses yang layak menuju Destinasi Wisata dan Pembangunan SDM Pariwisata melalui Gerakan SADAR WISATA
ISU STRATEGIS PELAKSANAAN MISI KEEMPAT; Mewujudkan peningkatan kualitas Kesehatan dan Pendidikan masyarakat Ngada melalui pendekatan Investasi Anak Ngada SEHAT dan PINTAR (INTAN SEHAT & PINTAR)
ISU STRATEGIS PELAKSANAAN MISI KELIMA; Mewujudkan Elektronik Government demi efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas kinerja Pelayanan Publik dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Ngada melalui SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH
BAGAIMANA PENDANAAN PEMBANGUNAN NANTINYA ?
APBD Kabupaten Ngada saat ini tergolong “kecil”. Untuk mewujudkan Visi dan Misi tersebut diatas, maka tentunya sangat dibutuhkan Input Pendanaan yang kuat. Bagi PAS-GUD, pembiayaan Pembangunan Daerah sangatlah penting agar seluruh rencana-rencana besar tersebut diatas dapat terwujud. Oleh karena itu, maka Komitmen PAS-GUD dalam mewujudkan Keunggulan dan Kemandirian bagi masyarat dari aspek Pendanaan Program-Program Pembangunan adalah melalui EFISIENSI dan FOKUS, dengan mengembangkan Pola Kolaborasi Lintas Sumber DANA, baik dengan Pemerintah Desa, Pemerintah Provinsi, Pemerinta Pusat maupun sumber pendanaan lainnya seperti Coorporate Social Responsibility (CSR). Hanya dengan cara inilah, maka seluruh agenda Pembangunan dalam mewujudkan masyarakat yang Unggul dan Sejahtera tersebut dapat terwujud, tidak sekedar “Business as Usual”
Penulis: Mario Langun
Editor: Francelino

