oleh

TANGGAPAN JM KETUT ARSADIA: “DIARSA TIDAK ADA NIAT BAIK, TIDAK ADA PULA PERDAMAIAN”

TAMBLANG-LIPUTAN68.COM – Setelah tim kuasa hukum tersangka Made Diarsa, yang kebetulan menjbata Perbekel Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, menggelar jumpa dengan menyatakan kliennya bersama keluarga dan tokoh masyarakat sudah enam kali berupaya bertemu minta maaf tapi ditolak pelapor, langsung mendapat reaksi.

Reaksi langsung dari pelapor Jro Mangku Ketut Arsadia. JM Arsadia menyatakan bahwa dirinya menolak berdamai dan tidak menerima permintaan maaf seperti disampaikan tim kuasa hukum tersangak Diarsa dalam jumpa pers itu, salah besar alias tidak benar.

“Tidak benar saya menolak permintaan maaf dan tidak mau berdamai. Justru sebaliknya, Diarsa yang tidak mempunyai niat baik untuk minta maaf kepada saya. Bohong besar kalau dibilang enam kali ke rumah saya mau minta maaf,” tegas JM Arsadia dengan nada tinggi, Rabu (21/10.2020) sore.

Liputan JUGA  PELAYANAN PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH DI BULELENG TAK LIBUR

JM Arsadia menceritakan, tersangka Diarsa dengan ponggahnya tidak pernah berupaya untuk menyelesaikan secara kekeluargaan apalagi mau minta maaf seperti diklaim tim kuasa hukumnya. “Diarsa tidak pernah datang ke rumah saya sebelum jadi tersangka. Diarsa baru datang ke rumah saya, setelah ditetapkan sebagai. Tapi saat itu saya tidak ada di rumah,” ungkap JM Arsadia.

Kemudian JM Arsadia membeberkan bahwa ada beberapa orang yang datang ke rumahnya termasuk istri tersangka Diarsa, sedangkan Diarsa sendiri tidak pernah lagi berupaya melakukan komunikasi dengan dirinya sebagai pelapor.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.