Akibat Covid, Pedagang Terjepit Diantaran Tumpukan Buku

Bahkan dia ikhlas jika tahun ini harus menjual ratusan kilo buku bekas yang dimungkinkan tidak digunakan lagi di kurikulum baru tahun depan. “Tidak banyak yang bisa kami perbuat. Kami hanya bisa bersabar dan berharap ada yang peduli,” ujarnya.

Seorang pedagang buku menawarkan dagangannya ke pembeli di Lapangan Merdeka, Medan, Jumat (23/10). (GATRA/BARINGIN LUMBAN GAOL)
Seorang pedagang buku menawarkan dagangannya ke pembeli di Lapangan Merdeka, Medan, Jumat (23/10). (GATRA/BARINGIN LUMBAN GAOL)

Sementara itu, pedagang lainnya, Sriwahyuni, 33 mengungkapkan kecemasan yang tidak jauh berbeda. Dia mengaku bahwa saat ini satu persatu pembeli sudah mulai datang untuk mencari buku. Namun belum dapat kembali normal seperti sebelum pandemi.

Perempuan berjilbab yang akrab disapa Yuyun tersebut mengungkapkan bahwa dia harus berjuang sendiri menghidupi biaya kebutuhan hidup keluarganya. Namun dia tetap bersyukur karena mereka masih tetap dapat hidup dengan baik.

Yuyun yang saat ditemui gatra menerima bantuan dari salah satu komunitas kaum ibu di Medan mengatakan bahwa mereka tetap bertahan sebagai pedagang buku. Karena pekerjaan tersebut sudah melekat dalam kebiasaan bisnis mereka.

“Kita berharap lekas pulih. Karena anjuran pemerintah untuk menggunakan masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan belum memulihkan sekolah. Sementara pasar utama kami adalah mereka yang sekolah atau kuliah,” jelasnya.

Reporter: Baringin Lumban Gaol
Editor: Bernadetta Febriana
BAGIKAN KE :