JAKARTA — LIPUTAN68.com — Tindakan oknum polisi, Kompol IZ, yang terlibat dalam kasus peredaran narkoba di Provinsi Riau, menuai berbagai komentar dari para ahli psikologi, salah satunya adalah ahli psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel.
Reza mengatakan bahwa jika kita bicara tentang pengguna atau pengedar bahkan bandar, itu tidak bisa dilepaskan dari sisi psikologi sampai dengan motif ekonomi.
“Kalau dua yang terakhir, tampaknya motifnya adalah semata-mata ekonomi. Kerakusan, keinginan memperkaya diri sendiri lewat cara jahat,” ucap Reza, Senin (26/10/2020).
Tetapi jika untuk penyalahgunaan, walaupun tetap tidak bisa dibenarkan, pelakunya harus dihukum, ada sisi psikologis yang sudah banyak diungkap lewat studi.
Studi itu menurut ahli lulusan Fakultas Psikologi UGM ini, salah satunya adalah yang berkaitan dengan beban kerja.
“Bekerja sebagai polisi sama artinya dengan menggeluti bidang yang sangat berat. Apalagi reskrim,” kata ahli psikologi asal Rengat, Indragiri Hulu, Riau.
Pekerjaan menjadi semakin berat setelah adanya tuntutan organisasi, beban kasus, tekanan masyarakat, intervensi politik, kejahatan yang semakin kompleks juga masalah pribadi.
Di sisi lain, kesehatan jiwa juga rentan terganggu. “Kemampuan stamina ini terbatas. Sedangkan, tugas-tugas harus dituntaskan dalam waktu yang juga terbatas,” lanjut Reza yang juga menjadi dosen pengajar di PTIK ini.
Jadi pertanyaannya, untuk membantu untuk menjaga stamina yang terbatas tersebut, barang apa yang bisa mendongkraknya dalam tempo cepat dan sekaligus bisa memperbaiki suasana hati ? Jawabannya adalah, narkoba, pungkas Reza.(1-M)
