Aji-Gagarin, Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Jalan
Pacitan, liputan68.com- Kualitas infrastruktur jalan, menjadi atensi serius, calon Bupati dan Wakil Bupati Pacitan, nomor urut satu, Indrata Nur Bayuaji-Gagarin, ketika nanti mereka menjadi pasangan kepala daerah.
Menurut Gagarin, lebih baik mengurangi volume panjang, akan tetapi umur bangunan lebih lama dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Dari pada volume panjang, namun kualitas rendah, tentu akan berdampak terhadap keawetan badan jalan.
Kedepan bagaimana, agar kualitas jalan kita tingkatkan dari K 175 menjadi K 250. Lebih baik kita mengurangi volume panjang, akan tetapi umur jalan lebih panjang dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Gagarin, menyampaikan pendapatnya di acara debat publik, Selasa (27/10).
Selain itu, calon wakil bupati berbasis Partai Golkar ini juga akan lebih mendayagunakan balai latihan kerja (BLK) yang sudah dimiliki Pemkab Pacitan selama ini. Hal tersebut sebagai upaya menekan angka pengangguran yang sampai detik ini masih bertengger di angka tiga ribuan lebih. “Kita akan lebih berdayakan lulusan SMK, agar mereka punya nilai jual yang tinggi. Tentu untuk mencetak skill yang mumpuni, mereka akan kita gembleng di BLK. Sehingga mereka akan memiliki daya saing dan nilai jual yang tinggi untuk mendapatkan lapangan pekerjaan,” jelasnya.
Sementara itu, calon Bupati Pacitan nomor urut satu, Indrata Nur Bayuaji juga punya ekspektasi untuk menggenjot iklim investasi di Pacitan. Sebab, menurut Aji, begitu sepupu Ketua Umum, DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini akrab disapa, dengan banyaknya investor yang masuk Pacitan dan melakukan investasi, tentu pengangguran terbuka akan bisa diminimalisir. “Ya kalau harus 100 persen itu cukup berat. Namun setidaknya, dengan masifnya investasi, tentu akan membuka lapangan pekerjaan lebih luas. Utamanya mereka para lulusan SLTA dan SMK,” terang putra kandung dari mantan Wakil Bupati Pacitan, Soedjono ini.
Aji bersama Gagarin, juga akan lebih fokus menangani dampak pandemi global coronavirus disease (covid-19), yang sampai detik ini tak kunjung usai.
Selain sisi kesehatan, perekonomian masyarakat yang mengalami perlambatan sebagai dampak badai coronavirus, juga harus diperhatikan. “UMKM harus kembali digerakkan dengan berbagai upaya. Seperti stimulus permodalan, kreatifitas dan marketing harus dibuka lebih luas lagi. Itulah perlunya digitalisasi marketing, untuk bisa mengatasi dampak tersebut,” jelasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan