BANDUNG – LIPUTAN68.com – Sempat dua kali gagal saat mengikuti Pemilihan Puteri Indonesia Jawa Barat, bagi Jeanatasia Kurnia Sari bukanlah hal yang biasa. Tekad yang kuat, terus berusaha serta bersabar adalah kunci dari dirinya dalam menjalani hidup dan mengantarkannya pada keberhasilan membawa nama Provinsi Jawa Barat di ajang Pemilihan Puteri Indonesia Jawa Barat 2020. Menurutnya, menjadi Puteri Indonesia itu adalah salah satu bentuk nilai dan harga diri seorang wanita di Indonesia, ia dapat membantu orang di sekitarnya dan membantu mengubah semuanya menjadi lebih baik.
Jean memulai karir di dunia modeling saat ia tengah disibukan dengan tugas akhir di bangku kuliah jurusan kedokteran Universitas Kristen Maranatha pada 2018. Kala itu, ia dihadapkan dengan dua kondisi yang sama-sama penting, di satu sisi ia harus berkompetisi di ajang Puteri Indonesia Jawa Barat dan harus pula menjalani ujian akhir untuk mendapat titel dokter umum.
Di situ banyak kontra terutama anak-anak Fakultas Kedokteran, karena posisinya mepet sama ujian nasionalnya di kedokteran. Tapi di situ saya memberi motivasi diri sendiri saya harus semangat, saya pasti bisa membawa keduanya,” ungkap Jean.
Kerja keras Jean ternyata berbuah manis. Selain berhasil menyelesaikan studi, ia pun sukses menyabet gelar peringkat ketiga di malam grand finalis Putri Indonesia Jawa Barat 2018.
Sebetulnya, Jean sudah tertarik untuk menjadi model sejak bangku SMA. Tapi ia memutuskan untuk fokus dulu untuk mengejar cita-cita masa kecilnya menjadi dokter.
“Saya mulai SMA sebenarnya udah mau ikut tapi saya mikirnya saya harus punya nilai lebih jadi saya berusaha untuk kuliah dan ngambil kedokteran berusaha lulus tepat waktu supaya bisa daftar di Putri Indonesia karena kan batas umurnya 25 tahun,” bebernya.
Bagi sebagian orang, mimpi itu dianggap sebagai sesuatu yang tersimpan di tempat yang jauh dan waktu perlahan mengikis habis mimpi itu. Namun, tidak bagi Jean, ia pandai menyimpan dan memupuk asa agar menjadi niscaya.
Tak kenal menyerah, itulah prinsip hidup yang selalu dipegang mojang kelahiran Bandung, 19 Januari 1995 itu. Berkat ketekunannya, dua tahun berikutnya, gelar juara Putri Indonesia Jawa Barat pun berada di genggamannya.
Di tahun 2018 saya belum mendapat juara pertama tapi prinsip saya coba terus sampai puji Tuhan bisa percayakan mendapatkan gelar Putri Indonesia Jawa Barat di 2020 ini,” katanya.
