Pak Jokowi Dan Keluhuran Cita-Cita Proklamasi

Oleh : Dr. Purwadi, M.Hum

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA, hp. 087864404347)

A. Melindungi Segenap Bangsa dan Tumpah Darah Indonesia.

Pendidikan menjadi sarana untuk membina kesadaran berbangsa dan bernegara. Pak Jokowi semasa kuliah di UGM mendapat Gemblengan semangat cinta tanah air dan bangsa. Sebagai Universitas perjuangan UGM membekali mahasiswa agar menghayati nilai luhur Proklamasi kemerdekaan.

Proklamasi telah ditata oleh BPUUPKI atau Badan Usaha usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Lembaga yang dipimpin Dr KRT Radjiman Wedyadiningrat bersidang sejak tanggal 23 Mei 1945. Para anggota BPUUPKI berjasa atas berlangsungnya kemerdekaan. Guna memperoleh kedaulatan bernegara.

Gambaran tentang sukses bernegara dilukiskan dengan ungkapan yang anggun. Yakni negara kang panjang punjung pasir wukir, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja. Pejabat wajib melindungi rakyat. Wilayah negara dijaga bersama.

Pemahaman jiwa kebangsaan dihayati Pak Jokowi sejak di bangku SD Tirtoyoso Surakarta. Seorang pemimpin harus memahami konsep panjang. Dalam suluk pedalangan diterangkan : panjang dawa pocapane berarti mempunyai sejarah yang lama.

Suatu bangsa yang akar historisnya dapat ditelusuri akan menambah kepercayaan diri yang kuat. Guru sejarah memegang peranan penting dalam membentuk pendidikan karakter.

Dengan membandingkan peristiwa lalu dan peristiwa yang sedang berlangsung akan mudah mencari jalan keluar dari setiap persoalan yang memiliki nilai kesamaan. Kegagalan dan keberhasilan masa lalu akan memberikan pelajaran yang sangat berharga. Sebab- sebab kegagalan dan keberhasilan itu ada yang karena kesengajaan dan ada yang karena kebetulan. Faktor kesengajaan perlu dikelola dengan sebaik- baiknya.

Kewibawaan sebuah negara diwujudkan dengan produksi nandiri. Seorang pemimpin harus memahami konsep punjung. Arti kata punjung adalah luhur kewibawaannya. Kewibawaan suatu negara diperoleh dari pengakuan rakyat dalam negeri dan pengakuan kedaulatan dari negara- negara lain.

Rakyat yang sejahtera lahir batin dan negara tetangga yang mendapatkan hutang budi merupakan modal pokok suatu negara untuk tampil terkemuka mendapat pengakuan dan kewibawaan.

Perlindungan negara atas wilayah dan warga memerlukan perhatian saksana. Lain halnya dengan suatu negara yang dirundung gejolak politik, kerusuhan, kemiskinan dan kesengsaraan warganya, tentu saja rakyat akan melakukan upaya- upaya penggulingan kekuasaan dan negara lain sulit mengakui kewibawaannya. Boleh jadi malah menjadi cibiran bangsa manca. Negara seperti itu tidak bisa dibanggakan lagi.

Oleh karena itu sedapat- dapatnya masing- masing warga mau aktif dan kompetitif dalam membangun kemakmuran negara. Pemimpin negara juga dituntut memiliki visi yang cerdas, tidak korup dan memiliki supremasi hukum.

B. Mewujudkan Kesejahteraan Umum.

Kesejahteraan umum diwujudkan demi menjalankan amanat Proklamasi. Pak Jokowi mendapat pengertian mendalam atas cita cita kemerdekaan. Kerja keras tiada kenal lelah jadi jawaban.

Lautan gunung sawah berhamoaran luas. Seorang pemimpin harus memahami konsep pasir. Dalam bahasa pedalangan pasir dimaknai samudra. Pencipta kata pasir ini tentu berdasarkan realita bahwa nusantara memiliki wilayah yang sebagian besar adalah samudra raya.

Harus diakui bahwa samudra atau lautan merupakan sumber kekayaan alam yang berlimpah ruah. Di sana terdapat sumber daya laut yang sangat besar dan merupakan jalur perdagangan, pelayaran dan pelabuhan. Bahan tambang juga banyak terdapat di dalam laut. Produksi garam besar- besaran hanya bisa dilakukan di sekitar laut. Demikian pula keanekaragaman hayati, tumbuh- tumbuhan laut dan ikan- ikan tentu bisa mendatangkan kemakmuran.

Oleh karena itu penting untuk masyarakat dan negara menguasai teknologi dan ilmu kelautan. Konsep pasir perlu mendapat pemaknaan lebih luas agar bisa mendatangkan keuntungan lebih banyak.

Gunung hutan parlu dikelola dengan baik. Pak Jokowi terbiasa dengan pengetahuan tentang sumber daya alam. Seorang pemimpin harus memahami isilah wukir. Dalam pewayangan dikenal adanya dasanama atau kumpulam istilah.

Dasanama dari wukir adalah gunung, arga, redi dan mawata. Adanya pegunungan menambah kesuburan tanah. Hutan belantaranya memuat kekayaan hewani dan nabati. Kayu- kayuan yang sangat mahal harganya terdapat di hutan. Sebagai contoh kayu Jati di Pegunungan Kendheng di Jawa dan rotan di hutan Kalimantan.

Pengelolaan hutan yang terbuka, adil, dan teratur tentu membuka lebar-lebar kesempatan pemakmuran rakyat. Hanya saja yang perlu dihindari adalah monopoli pengelolaan hutan yang berbuntut kesenjangan dan persengketaan yang tidak bisa menguntungkan.

Wukir juga bermakna pegunungan yang indah. Negara atau wilayah yang memiliki deretan pegunungan tentu akan menyajikan penorama indah dan udara sejuk yang membuat betah dan nyaman orang tinggal di sana. Keindahan alam yang asri.

Diplomasi kenegaraan berperan penting. Apalagi dalam zaman modern di mana pariwisata sangat digemari, maka tentu keindahan panorama pegunungan akan menambah devisa negara dan kemakmuran rakyat, sebagai contoh Pegunungan Bromo di Jawa Timur. Kemakmuran Nusantara terwujud jaman Prabu Hayamwuruk raja Majapahit tahun 1350-1386. Kerajaan Majapahit sudah melakukan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi.

C. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.

Cita cita Proklamasi kemerdekaan yang dibaca Pak Jokowi tertera dalam Pembukaan UUD 1945. Tentu saja dihayati dengan sepenuh hati.

Para leluhur memberi wejangan. Ilmu iku kelakone kanthi laku, lekase lawan kas, tegese kas nyantosani, Setya budya pangekese dur angkara. Bahwa gagasan luhur terwujud dengan pelaksanaan.

Mimpi keberhasilan jadi penting. Sejak sekolah Pak Jokowi mendapat pelajaran yang gemilang atas masa depan. Seorang pemimpin harus memahami konsep gemah. Kata gemah dalam jagat pakeliran berkaitan dengan kesibukan orang berniaga.

Perdagangan merupakan kegiatan perekonomian yang sangat penting. Suatu negara yang lancar dan aman proses perdagangannya, pertanda di situ ekonomi berjalan dengan baik dan dinamis. Pertukaran barang membuat kehidupan menjadi bergairah dan hal ini erat hubungannya dengan semangat kerja.

Etos kerja dapat dirangsang dengan imbalan yang memadai. Dunia perdagangan yang gemah menjanjikan hal itu. Siang malam orang berjualan dan berniaga di pasar tidak lelah dan tidak mengantuk. Dalam benak mereka adalah penghasilan yang bisa menghidupi dan menyejahterakan sanak keluarga.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *