Liputan KOLOM

Pak Jokowi Dan Keluhuran Cita-Cita Proklamasi

Ditulis oleh Liputan68 pada 31 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Oleh : Dr. Purwadi, M.Hum

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA, hp. 087864404347)

A. Melindungi Segenap Bangsa dan Tumpah Darah Indonesia.

Pendidikan menjadi sarana untuk membina kesadaran berbangsa dan bernegara. Pak Jokowi semasa kuliah di UGM mendapat Gemblengan semangat cinta tanah air dan bangsa. Sebagai Universitas perjuangan UGM membekali mahasiswa agar menghayati nilai luhur Proklamasi kemerdekaan.

Proklamasi telah ditata oleh BPUUPKI atau Badan Usaha usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Lembaga yang dipimpin Dr KRT Radjiman Wedyadiningrat bersidang sejak tanggal 23 Mei 1945. Para anggota BPUUPKI berjasa atas berlangsungnya kemerdekaan. Guna memperoleh kedaulatan bernegara.

Gambaran tentang sukses bernegara dilukiskan dengan ungkapan yang anggun. Yakni negara kang panjang punjung pasir wukir, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja. Pejabat wajib melindungi rakyat. Wilayah negara dijaga bersama.

Pemahaman jiwa kebangsaan dihayati Pak Jokowi sejak di bangku SD Tirtoyoso Surakarta. Seorang pemimpin harus memahami konsep panjang. Dalam suluk pedalangan diterangkan : panjang dawa pocapane berarti mempunyai sejarah yang lama.

Suatu bangsa yang akar historisnya dapat ditelusuri akan menambah kepercayaan diri yang kuat. Guru sejarah memegang peranan penting dalam membentuk pendidikan karakter.

Dengan membandingkan peristiwa lalu dan peristiwa yang sedang berlangsung akan mudah mencari jalan keluar dari setiap persoalan yang memiliki nilai kesamaan. Kegagalan dan keberhasilan masa lalu akan memberikan pelajaran yang sangat berharga. Sebab- sebab kegagalan dan keberhasilan itu ada yang karena kesengajaan dan ada yang karena kebetulan. Faktor kesengajaan perlu dikelola dengan sebaik- baiknya.

Kewibawaan sebuah negara diwujudkan dengan produksi nandiri. Seorang pemimpin harus memahami konsep punjung. Arti kata punjung adalah luhur kewibawaannya. Kewibawaan suatu negara diperoleh dari pengakuan rakyat dalam negeri dan pengakuan kedaulatan dari negara- negara lain.

Rakyat yang sejahtera lahir batin dan negara tetangga yang mendapatkan hutang budi merupakan modal pokok suatu negara untuk tampil terkemuka mendapat pengakuan dan kewibawaan.

Perlindungan negara atas wilayah dan warga memerlukan perhatian saksana. Lain halnya dengan suatu negara yang dirundung gejolak politik, kerusuhan, kemiskinan dan kesengsaraan warganya, tentu saja rakyat akan melakukan upaya- upaya penggulingan kekuasaan dan negara lain sulit mengakui kewibawaannya. Boleh jadi malah menjadi cibiran bangsa manca. Negara seperti itu tidak bisa dibanggakan lagi.

BACA JUGABABAD BLORA

Oleh karena itu sedapat- dapatnya masing- masing warga mau aktif dan kompetitif dalam membangun kemakmuran negara. Pemimpin negara juga dituntut memiliki visi yang cerdas, tidak korup dan memiliki supremasi hukum.

B. Mewujudkan Kesejahteraan Umum.

Kesejahteraan umum diwujudkan demi menjalankan amanat Proklamasi. Pak Jokowi mendapat pengertian mendalam atas cita cita kemerdekaan. Kerja keras tiada kenal lelah jadi jawaban.

Lautan gunung sawah berhamoaran luas. Seorang pemimpin harus memahami konsep pasir. Dalam bahasa pedalangan pasir dimaknai samudra. Pencipta kata pasir ini tentu berdasarkan realita bahwa nusantara memiliki wilayah yang sebagian besar adalah samudra raya.

Harus diakui bahwa samudra atau lautan merupakan sumber kekayaan alam yang berlimpah ruah. Di sana terdapat sumber daya laut yang sangat besar dan merupakan jalur perdagangan, pelayaran dan pelabuhan. Bahan tambang juga banyak terdapat di dalam laut. Produksi garam besar- besaran hanya bisa dilakukan di sekitar laut. Demikian pula keanekaragaman hayati, tumbuh- tumbuhan laut dan ikan- ikan tentu bisa mendatangkan kemakmuran.

Oleh karena itu penting untuk masyarakat dan negara menguasai teknologi dan ilmu kelautan. Konsep pasir perlu mendapat pemaknaan lebih luas agar bisa mendatangkan keuntungan lebih banyak.

Gunung hutan parlu dikelola dengan baik. Pak Jokowi terbiasa dengan pengetahuan tentang sumber daya alam. Seorang pemimpin harus memahami isilah wukir. Dalam pewayangan dikenal adanya dasanama atau kumpulam istilah.

Dasanama dari wukir adalah gunung, arga, redi dan mawata. Adanya pegunungan menambah kesuburan tanah. Hutan belantaranya memuat kekayaan hewani dan nabati. Kayu- kayuan yang sangat mahal harganya terdapat di hutan. Sebagai contoh kayu Jati di Pegunungan Kendheng di Jawa dan rotan di hutan Kalimantan.

Pengelolaan hutan yang terbuka, adil, dan teratur tentu membuka lebar-lebar kesempatan pemakmuran rakyat. Hanya saja yang perlu dihindari adalah monopoli pengelolaan hutan yang berbuntut kesenjangan dan persengketaan yang tidak bisa menguntungkan.

Wukir juga bermakna pegunungan yang indah. Negara atau wilayah yang memiliki deretan pegunungan tentu akan menyajikan penorama indah dan udara sejuk yang membuat betah dan nyaman orang tinggal di sana. Keindahan alam yang asri.

Diplomasi kenegaraan berperan penting. Apalagi dalam zaman modern di mana pariwisata sangat digemari, maka tentu keindahan panorama pegunungan akan menambah devisa negara dan kemakmuran rakyat, sebagai contoh Pegunungan Bromo di Jawa Timur. Kemakmuran Nusantara terwujud jaman Prabu Hayamwuruk raja Majapahit tahun 1350-1386. Kerajaan Majapahit sudah melakukan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi.

C. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.

Cita cita Proklamasi kemerdekaan yang dibaca Pak Jokowi tertera dalam Pembukaan UUD 1945. Tentu saja dihayati dengan sepenuh hati.

Para leluhur memberi wejangan. Ilmu iku kelakone kanthi laku, lekase lawan kas, tegese kas nyantosani, Setya budya pangekese dur angkara. Bahwa gagasan luhur terwujud dengan pelaksanaan.

Mimpi keberhasilan jadi penting. Sejak sekolah Pak Jokowi mendapat pelajaran yang gemilang atas masa depan. Seorang pemimpin harus memahami konsep gemah. Kata gemah dalam jagat pakeliran berkaitan dengan kesibukan orang berniaga.

Perdagangan merupakan kegiatan perekonomian yang sangat penting. Suatu negara yang lancar dan aman proses perdagangannya, pertanda di situ ekonomi berjalan dengan baik dan dinamis. Pertukaran barang membuat kehidupan menjadi bergairah dan hal ini erat hubungannya dengan semangat kerja.

Etos kerja dapat dirangsang dengan imbalan yang memadai. Dunia perdagangan yang gemah menjanjikan hal itu. Siang malam orang berjualan dan berniaga di pasar tidak lelah dan tidak mengantuk. Dalam benak mereka adalah penghasilan yang bisa menghidupi dan menyejahterakan sanak keluarga.

Usaha pendidikan harus gigih. Hujan panas tidak merongrong usahanya untuk maju dan berkembang. Oleh karena itu wilayah kewajiban negara yang sangat vital adalah mewujudkan keamanan perdagangan.

Proses belajar sebaiknya berbasis pada alam dan pengalaman. Seorang pemimpin harus memahami konsep ripah. Kata ripah diterangkan Ki Dalang dengan pengertian mengacu kepada keramaian suatu negara. Karena negara memiliki daya pikat, maka banyak orang manca berkunjung dan berbondong- bondong untuk mencari penghidupan atau sekedar berdarma wisata ke situ.

Ki Hajar Dewantara adalah bapak pendidikan Indonesia. Ing Ngarsa sung tuladha, ing madya mangub karsa, tut wuri handayani. Begitulah ajaran luhur oendidikan sejak Taman Siswa berdiri tahun 1922. Bersama dengan pergerakan nasional berusaha berjuang dalam lapangan pendidikan.

Di mana saja yang banyak dituju orang biasanya di situ banyak rezeki. Hal ini sebagaimana pepatah: ada gula ada semut. Namun untuk mengelola gula diperlukan ilmu pengetahuan, pengalaman, ketrampilan dan kebijaksanaan yang memadai. Kesejahteraan merupakan hal yang membuat orang tergerak untuk meraihnya. Beruntunglah wilayah atau negara yang dapat mewujudkannya.

Guru SD Tirtoyoso, SMPN 1 Surakarta, SMAN 6 Surakarta memberi pelajaran tentang kesuburan dan kemakmuran bangsa. Oleh karena itu Seorang pemimpin harus memahami konsep loh. Kebijakan pertanian harus tepat sasaran.

Kata loh berarti kesuburan. Tanah yang subur dan dapat menumbuhkan segala tanaman dengan baik disebut tanah yang loh. Di wilayah nusantara tanahnya sangat subur. Palawija, palagandul, pala kependem di mana- mana subur menghijau dan menentramkan mata memandang.

Ketentraman ini berbuah rasa kenyamanan untuk setiap orang tidak akan bersaing secara tidak sehat. Kekerasan dan kecemburuan dapat dihindari. Sebagai wilayah agraris, maka menjadikan wilayah nusantara sebagai negara agraris maju, sejahtera dan disegani perlu diusahakan.

Tanah tumpah darah yang sudah loh perlu manajemen oleh pemimpin negara secara profesional agar membuahkan kemakmuran yang sesungguhnya.
Seorang pemimpin harus memahami konsep jinawi. Kata jinawi dalam jagat pakeliran berarti apa yang dibeli harganya serba murah.

Kebutuhan hidup sehari-hari dapat dijangkau oleh masyarakat secara mudah. Kesenjangan daya beli antara si punya dan si tidak punya tidak terlampau lebar.

Kecemburuan sosial yang berkaitan dengan daya beli membuat orang yang merasa tidak mampu akan berbuat nekad agar dirinnya dapat mengejar ketertinggalan. Orang mau menjambret, mencopet, maling, merampok dan merompak karena dengan jalan lumrah dirinya tidak bisa memperjuangkannya

Negara yang memperoleh predikat jinawi, rakyatnya akan ramah dan murah senyum. Tegur sapa sesama bukan barang mahal dan lebih penting lagi masyarakat akan mulai memikirkan cara memaknai hidup entah dengan berkesenian atau mengembangkan pemikiran ilmiah religius. Generasi muda harus rajin belajar.

D. Turut Serta Menjaga Ketertiban dunia.

Tujuan Proklamasi kemerdekaan dalam skop global ikut serta mewujudkan ketertiban dunia berdasar keadilan abadi. Berarti orang Indonesia peduli pada sesama.

Renungan Pak Jokowi selalu berhubungan dengan semangat Proklamasi. Seorang pemimpin harus memahami konsep tata. Kata berjenjang tata- titi, tatas -titis, tatag- tutug berkaitan dengan komitmen suatu komunitas dalam ketaatan hukum dan norma yang telah disepakati bersama.

Konvensi dan aturan main bersama harus dilaksanakan sebaik- baiknya agar keserasian dan keselarasan tetap terjaga. Pelanggaran terhadap tata tertib akan menunda keberhasilan. Di samping diri sendiri rugi, orang lain pun akan terkena dampaknya. Apabila pelanggaran itu dilakukan oleh orang banyak dan hal itu dianggab biasa berarti masyarakat itu telah menabung masalah.

Suatu saat masalah itu akan membengkak dan berbuah pada penderitaan. Banyak contoh bahwa masyarakat yang menjunjung ketertiban akan unggul, produktif dan kompetitif. Dan banyak contoh pula masyarakat yang tak mengindahkan normanya sendiri akan jalan di tempat bahkan jumud mundur. Owah gingsire jaman perlu dibaca.

Ketentraman dunia menurut Pak Jokowi menjadi tugas bersama. Seorang pemimpin harus memahami konsep tentrem. Kata tentrem berarti tentram, aman, tenang, damai dan dapat membahagiakan lahir maupun batin. Kata tentrem lebih menunjuk pada aspek kejiwaan.

Untuk mencapai suasana tentrem, maka antar unsur masyarakat harus menghormati hak dan kewajiban orang lain, terbuka, toleran, tenggang rasa, tepa selira, tahu diri, mawas diri, introspeksi, kompromis dan humanis. Di sini pengendalian diri terhadap pergaulan sangat diperlukan.

Masyarakat yang tentram akan membuat hidup kerasan dan betah. Dalam suasana tentram, tidak akan pernah orang merasa dihina dan diremehkan, apalagi merasa terancam harta dan jiwanya.

Kerja dan kerja adalah anjuran Pak Jokowi bagi anak anak. Kesibukan kerja membawa suasana produktif. Seorang pemimpin harus memahami konsep karta. Kata karta diterangkan oleh Ki Dalang berkaitan dengan kemakmuran dan aktivitas kerja. Hal ini menunjukkan suatu masyarakat yang gemar berkarya, produktif dan sibuk kegiatan akan menjadi makmur.

Petani sibuk dengan bercocok tanam. Pedagang rajin berjualan, peternak tekun menggembala. Kesempatan bekerja yang luas akan mengurangi angka pelanggaran yang menjurus pada kriminalitas. Masing -masing individu mempunyai kesempatan untuk menyumbangkan diri. Kehormatan sosial akan membuat orang memiliki arti dalam hidupnya. Orang yang bekerja pasti timbul harga dirinya. Status sosialnya diakui oleh lingkungan. Oleh karena itu meledaknya pengangguran perlu dihindari.

BACA JUGASahabat Buruh

Raharja adalah wujud ketentraman lahir batin. Seorang pemimpin harus memahami konsep raharja. Raharja berarti jauh dari kejahatan. Semua orang patuh pada hukum. Pencuri dan pencopet, maling dan kecu tidak mendapat tempat.

Distribusi kekayaan dunia perlu regulasi. Harta dan kekayaan, ternak dan hasil pertanian aman ditaruh di mana saja, tidak ada kejahilan dan kejahatan yang mengganggu. Mereka yang kecukupan membantu yang kurang kecukupan. Hal ini menjadikan yang kekurangan kerjanya menjadi lebih giat untuk mengejar ketinggalan.

Dunia semestinya berjalan harmonis. Antara kekayaan dan kemiskinan erjadi saling pengertian. Mereka tahu posisi dan kedudukannya sehingga hubungan harmonis terpelihara. Penonjolan kemewahan oleh yang kaya tidak terjadi dan meminta -minta oleh yang melarat tidak terlihat. Martabat negeri perlu dihormati.

Tokoh Konferensi Asia Afrika tahun 1955 adalah Mr Soenaryo. Pelaku sejarah ini penuh dengan keteladanan. Cita cita luhur Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, merupakan wasiat bagi semua orang. Pak Jokowi menjadikan sebagai pacu perjuangan buat nusa bangsa. Begitulah amanat Proklamasi Kemerdekaan.

(LM-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian