Menurut Kapten Subari, hancurnya atap rumah milik salah seorang warga tersebut, disebabkan adanya longsoran tebing yang mengakibatkan satu pohon cengkeh tumbang dan menimpa atap rumah. “Tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir sekitar Rp 5 juta,” jelasnya.
Dia mengimbau masyarakat lebih waspada lagi menghadapi musim ekstrim yang tengah berlangsung saat ini. (yun).

