oleh

Kalahkan Donald Trump, Joe Biden Jadi Presiden Amerika

Washington DC, LIPUTAN68.com – Ketenangan Capres Demokrat Joe Biden membuat pemilih ldi Amerika Serikat lebih tertarik pada sosok mantan wapresnya Barrack Obama tersebut.

Kecenderungan radikal pada diri capres incumbent Donald Trump membuat para pemilih migran di Negeri Paman Sam itu lebih memilih Joe Biden yang dinilai lebih soft dan sopan. Akhirnya Donald Trump pun keok dan Joe Biden berhasil merebut Gedung Putih sebagai Presiden AS.

Simpati masyarakat Amerika kian tinggi terhadap Joe Biden, kala ia menyerukan persatuan bagi seluruh warga Amerika baik pendukungnya maupun pendukung rivalnya Donald Trump.

Bukan hanya itu, Biden meminta para pendukungnya untuk “stop memerlakukan lawan (pendukung Donald Trump, red) sebagai musuh”.

Liputan JUGA  Eks PM Pakistan Ditangkap Badan Anti-Korupsi

Seruan simpati nan negarawan itu disampaikn dalam pidato kemenangannya di Wilmington, Delaware yang disiarkan sejumlah TV nasional dan internasional ke seluruh dunia yang dirilay media ini, Sabtu (7/11/2020) waktu Amerika atau Minggu (8/11/2020) pagi wita. “Stop perlakukan lawan kita sebagai musuh,” seru Biden.

Pada kesempatan itu, di hadapan pendukungnya Biden berkata bahwa ia merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Amerika Serikat 4 tahun ke depan. Biden bersumpah untuk menjadi presiden yang berusaha mempersatukan, bukan memecah-belah.

“Saya bersumpah untuk menjadi presiden yang berusaha mempersatukan, bukan memecah-belah; yang tidak melihat red states dan blue states (pendukung Republik dan Demokrat -red.), hanya melihat United States. Untuk bekerja sepenuh hati untuk mendapatkan kepercayaan dari kalian semua,” janjinya.

Liputan JUGA  Fakta-fakta Mencengangkan Operasi Plastik di Korea Selatan

Biden mengungkapkan, “Saya mengincar jabatan ini untuk mengembalikan jiwa Amerika, untuk membangun kembali tulang punggung bangsa ini, kelas menengah, dan untuk membuat Amerika dihormati lagi di seluruh dunia, dan untuk menyatukan kita semua di dalam negeri ini.”

Foto Ist: Wapres perempauan pertama, Kamala Harris

Pada kesempatan itu pidato simpatik juga disampaikan wapres terpilih Kamala Harris. Perempuan pertama yang menjadi Wapres AS itu tampil sebelum sang Presiden terpilih naik nimbar.

Kamala Harris yang berdarah Asia tepatnya India itu berbicara tentang makna kemenangannya bagi perempuan di Amerika Serikat. “Meskipun saya mungkin perempuan pertama yang memegang jabatan ini, saya tidak akan menjadi yang terakhir,” ujarnya.

“Kita rakyat Amerika punya kekuatan untuk membangun masa depan,” ujarnya. “Kalian mengantarkan hari baru untuk Amerika. Kalian memilih harapan, dan persatuan, kesopanan, sains, dan ya, kebenaran,” ungkap Harris disambut sorak sorai dari pendukungnya. (frs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.