Pak Jokowi Dan Perjuangan Para Pahlawan

Oleh : Dr. Purwadi, M.Hum

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA, hp. 087864404347)

A. Meneladani Pahlawan Bangsa.

Bangsa yang besar adalah banga yang mau menghormati jasa para pahlawan. Atas pengorbanan jiwa raga para pahlawan, generasi sekarang mendapat warisan kebahagiaan berbangsa dan bernegara.

Surabaya Kota Pahlawan.

Surabaya kuthane Jawa Timur
tlatahe katelah dadi kutha Pahlawan
Sura wani Baya pakewuh cethane
dadi pawitan revolusi bangsane

Sepuluh Nopember patang puluh lima
cilaka dur angkara digempur lebur luluh
pranyata gedhe kaprawirane
pra mudha kasudirane arek Surabaya

Sura wani Baya pakewuh cethane
dadi pawitane revolusi bangsane
Singasari Majapahit nyata agung
Pangajab dadya tepa palupi ing ngaluhur

Mbata rubuh surake tur gumuruh swarane
pambarisan pahlawan Surabaya

Perlu ada tafsir penjelasan makna kebangsaan. Semangat berjuang demi bangsa dan negara perlu diteladani. Penjajahan di atas dunia harus dihapus. Kemerdekaan kita pertahankan. Kepentingan umum harus diutamakan daripada kepentingan pribadi atau golongan.

Negeri ini menurut Pak Jokowi berdiri atas jasa para pahlawan. Seorang pemimpin harus setya. Setya artinya setia atau loyal. Memiliki dedikasi dan menjadikan dedikasi itu sebagai kehormatan dirinya. Orang yang setia pada janji berarti memenuhi janji itu dan tidak melanggarnya.

Orang yang loyal pada atasan, adalah orang yang taat, hormat dan mematuhi perintahnya. Apabila atasan mendapat cobaan, ia juga ikut prihatin. Kalau atasannya jatuh, maka ia berusaha untuk menghibur. Duka atau suka dia akan tetap loyal.

Kesetiaan yang murni, tulus dan jujur memiliki nilai yang tinggi. Kesetiaan tidak dapat ditukar dengan kenikmatan lahiriah. Jabatan dan harta benda tidak dapat menggoyahkan kesetiaan yang tulus pada seseorang. Kesetiaan merupakan simpul kehormatan yang perlu dijaga.

Berkorban jiwa raga telah dilakukan para pejuang. Seorang pemimpin harus memahami konsep mituhu. Mituhu artinya berbakti, menurut, mempercayai dan meyakini ajaran orang tua atau guru. Murid atau anak yang baik tentu akan mituhu pada orang tua dan gurunya.

Orang yang mau mituhu terhadap ajaran luhur hidupnya beruntung. Murid yang mituhu akan cepat meresapkan ilmu pengetahuan di otaknya. Dengan pelan- pelan dan tertib ilmu yang diperoleh dari guru diterima dengan baik. Sedikit demi sedikit ilmu akan berkumpul menjadi banyak.

Lama- lama tanpa ada beban, orang yang mau mituhu itu menjadi menonjol. Kecakapannya diakui oleh orang lain. Masyarakat menggunakan kecakapan dan ketrampilannya sehingga dia menjadi orang yang bermanfaat.

Perjuangan para pahlawan wajib diteruskan. Seorang pemimpin harus memahami konsep mitayani. Mitayani berarti dapat dipercaya karena mampu menyelesaikan pekerjaan. Segala bentuk isi pikiran, ucapan dan perbuatan dapat dipercaya oleh orang lain. Apa yang diperbuat senantiasa dianggab benar dan dipercaya oleh orang lain. Amanat luhur yang harus diperhatikan oleh pemimpin.

Supaya orang mendapat gelar mitayani, dia harus bersih, jujur, dan bebas dari kesalahan yang fatal. Sekali berkhianat terhadap perilakunya, saat itu juga kepercayaan orang akan buyar. Cobaan dan godaan untuk menyeleweng memang bertubi- tubi datang justru biasanya di saat sedang mendapat keberuntungan. Sungguh merupakan prestasi yang tinggi, ketika seseorang tetap dikenang jasanya orang sepanjang masa.

Generasi sekarang sangat diharapkan oleh Pak Jokowi untuk terus meneladani para pahlawan. Seorang pemimpin harus bersikap mikul dhuwur. Mikul dhuwur artinya memikul tinggi- tinggi. Arti etimologisnya bahwa seorang anak berkewajiban mengharumkan nama ayah dan ibu serta martabat keluarga. Nilai kebangsaan demi nasionalisme.

Pahlawan bangsa selalu berjuang. Menghindari perbuatan tercela dan selalu berbuat mulia adalah usaha anak dalam rangka mikul dhuwur nama baik orang tuanya. Menjadi pelajar yang pintar atau mahasiswa yang cerdas, menghias diri dengan sopan santun dan ramah tamah, berprestasi dan sukses adalah wujud dari perilaku yang menyenangkan hati orang tua. Demikian pula untuk masyarakat dan negara, seorang warga memiliki kewajiban mengharumkan nama baiknya dengan menjadi warga yang baik dan berprestasi gemilang di dunia internasional.

Cita- cita para pahlawan wajib dilanjutkan oleh generasi sekarang. Seorang pemimpin harus memahami konsep mendhem jero. Mendhem bukan berarti mabuk seperti mendem kecubung, tetapi berarti mengubur. Jero artinya dalam. Mendhem jero maknanya mengubur dalam- dalam keburukan dan kekurangan orang tua, aib keluarga dan kelemahan masyarakat. Sedapat- dapatnya anak atau warga negara harus menutupi apa yang menjadi rahasia keluarga dan masyarakat.

Dhandhanggula

Yogyanira kang para prajurit. Lamun bisa sira anulada. Duking uni caritane.
Andelira Sang Prabu.
Sasrabahu ing Maespati. Aran Patih Suwanda.
Lelabuhanipun.
Kang ginelung tri pakara. Guna kaya puruning kang den antepi. Nuhoni trah utama.

Lire lelabuhan tri prakawis. Guna bisa saniskareng karya.
Budidaya mrih unggule. Kaya sayektinipun.
Duk bantu prang Magada Nagri
Amboyong putri dhomas. Katur ratunipun.
Purune sampun tetela. Aprang tandhing lan ditya Ngalengka nagri.
Suwanda mati ngrana.

Wonten malih tuladhan prayogi,
Satriya gung negari ing Alengka. Sang Kumbakarna arane.
Tur iku warna diyu
Suprandene nggayuh utami. Duk wiwit prang Alengka.
Dennya darbe atur.
Marang raka mrih raharja. Dasamuka tan keguh ing atur yekti. Dene mungsuh wanara.

Kumbakarna kinen mengsah jurit.
Mring kang raka sira pan nglenggana.
Nglungguhi kasatriyane.
Ing tekad datan purun. Amung cipta labuh negari.
Lan noleh yayah rena. Myang leluhuripun.
Wus mukti aneng Alengka. Mangka arsa rinusak ing bala kapi. Punapi mati ngrana.

Wonten malih kinarya palupi.
Suryaputra Narpati Ngawangga.
Lan Pendhawa tur kadange. Lan yayah tunggil ibu. Suwita mring Sri Kurupati.
Aneng nagri Ngatina.
Kinarya gul- agul.
Manggala golonganing prang.
Bratayuda ingadegken senapati.
Ngalaga ing Kurawa.

Den mungsuhken kadange pribadi.
Aprang tandhing lan Sang Dananjaya.
Sri Karna suka manahe. De nggonira pikantuk
Marga dennya arsa males sih. Ira Sang Duryudana.
Marmanta kalangkung.
Dennya ngetog kasudiran. Aprang rame Karna mati jinemparing.
Sumbaga wirotama.

Katri mangka sudarsaneng Jawi.
Pantes sagung kang para prawira.
Amirida sakadare.
Ing lelabuhanipun.
Ajwa kongsi buang palupi. Menawa tibeng nistha.
Marang estinipun.
Nadyan sakadaring buta. Tan prabeda budi panduming dumadi. Marsudi ing kotaman.

Tafsir dan makna ajaran lagu memberi semangat kesetiaan, kebangsaan dan keberhasilan lewat serat Tripama. Tiga suri teladan yaitu Suwanda, Kumbakarna, dan Adipati Karna adalah tokoh yang mumpuni. Ketiganya patut dijadikan suri teladan. Manajemen loyalitas ini pernah diulas disertasi mengenai kearifan lokal. Orang mengabdi kepada bangsa dan negara harus setia, berbudi luhur, rela berkorban dan memiliki kemampuan. Mereka adalah pahlawan sejati yang pantas diteladani.

Dalam lingkup yang lebih luas, pemimpin yang sedang memerintah sebaiknya dapat menyembunyikan kekurangan pemimpin terdahulu. Dengan demikian saling dendam tidak akan terjadi. Pemimpin berikutnya tinggal melanjutkan program yang sudah ada. Menjelek- jelekkan pendahulu sama saja dengan melestarian dendam dan permusuhan.

Prinsip mendhem jero sangat mulia bila diterapkan dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat dan bernegara. Potret buram dan kenangan akan segera terhapus dan dapat menimbulkan rasa optimisme baru.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *