Siapakah yang pantas memimpin Kepri Periode 2020-2025 ?

Seperti itulah konsep pemimpin menurut Al-Ghazali sebagai filsuf Islam, adapun tokoh filsafat dari barat yaitu Niccolo Machiavelli, dia menjelaskan kriteria pemimpin yang mampu memimpin, dengan cara seseorang itu harus mampu memposisikan dirinya dalam bertindak.
Dia mengatakan “sebagai manusia harus mampu bermain baik sebagai manusia maupun sebagai binatang buas” dia berpendapat demikin dikarenakan menurutnya ketika seorang pemimpin lemah maka dia akan diatur oleh masyarat dan ketika pemimpin itu terlalu keras maka dia akan dibenci oleh masyarakat.

Jalan tengah yang diambil Machiavelli ialah dengan keterampilan seorang pemimpin dalam melihat situasi, kapan dia harus menjadi orang baik dan kapan dia harus menjadi Srigala.

Pada akhirnya, kepemimpinan adalah sebuah seni bukanlah sains. Ini adalah satu set sifat bawaan, disempurnakan dan disempurnakan seiring waktu dengan pendidikan, pelatihan, dan pengalaman.

Ketika rasa takut untuk mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin muncul pada diri seseorang, maka dia akan menjadi pengikut dari mereka yang berani mengambil tanggung jawab tersebut.

Tidak semua orang bisa mengambil peran sebagai seorang pemimpin sama seperti tidak semua orang bisa menjadi aktor yang baik.

Seorang pemimpin adalah mereka yang mau maju ke depan meninggalkan barisan di belakang dan mengambil tantangan untuk memimpin.

Dalam penelitian yang dilakukan GLOBE di 60 negara, disimpulkan bahwa para pemimpin itu identik dengan:
“Integritas, berkarisma, inspirasional, visioner, mampu memberi dorongan, berpikir positif, pembangun kepercayaan diri, dinamis, memiliki pandangan ke depan, membangun tim yang efektif, mampu berkomunikasi dan berkoordinasi serta pemberi keputusan, cerdas, dan pencari solusi yang win-win problem solver.”

Semua atribut di tersebut adalah kombinasi dari kepribadian, karakter, keterampilan, komunikatif, dan kecerdasan emosional.

Oleh karena itu seorang pemimpin lahir, berkembang, terampil dalam komunikasi, dan dibina melalui pengalaman hidup.
Jadi pemimpin itu bisa dilahirkan dan dibentuk, tergantung pada bagaimana mendefinisikannya karena setiap orang dapat memimpin dan menjadi pemimpin.

Apakah seorang terlahir dengan “tanda khusus untuk memimpin” atau tidak, jika ingin menjadi seorang pemimpin tentunya harus bekerja untuk membangun, mengembangkan dan menyempurnakan karakteristik pemimpin yang hebat.

Kita berharap dari beberapa calon Gubernur dan wakil gubernur sebagai putra terbaik Kepri
masyarakat kepulauan Riau dapat memilih dengan cerdas siapa yang pantas dan memiliki kompetensi untuk memimpin Provinsi Kepulauan Riau periode 2020-2025. Walaupun dengan kriteria pemimpin yang berbeda-beda, tentu saja tujuannya satu yaitu membawa Provinsi Kepulauan Riau kepada ranah yang lebih baik untuk membangkitkan perekonomian dan dapat menciptakan ekosistem dunia usaha yang berdaya saing Global
dengan memperhatikan segala aspek perubahan yang dibuat dari masa sebelumnya.

Sumber : Bahzomi Fuadi, Dosen Universitas Ibnu Sina Batam

Pewarta : Habil

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *