Kembali Beroperasi, Bank Sampah Simpatik Kumpulkan Tiga Ton Sampah Plastik

“Namun, tujuan utama Bank Sampah Simpatik ini adalah memberikan edukasi kepada seluruh pegawai untuk secara sadar dapat mengelolah sampahnya masing-masing yang dimulai dari rumahnya sendiri. Nantinya para pegawai dapat memilah mana jenis sampah organik dan anorganik,” ucap Agus Hartika.

Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dalam penanganan dan pengelolaan sampah plastik ini juga atas instruksi dari Gubernur Bali. Melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 47 Tahun 2019 serta Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Kebijakan dan Strategi Kabupaten Buleleng dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga serta Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Hal ini disampaikan oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dalam peresmian tempat Pengelolaan Sampah Reuse-Reduce-Recycle (TPS 3R) 3R di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng beberapa waktu lalu. Agus juga menegaskan bahwa jika suatu teknis penanggulangan sampah tidak didukung dengan kesadaran diri, tentu tidak akan mengurangi dampak dari masalah sampah.

Hadirnya Bank Sampah Simpatik ini dan diikuti juga bank sampah lainnya yang terdapat di sejumlah instansi dan Kecamatan di Kabupaten Buleleng akan memberikan vibrasi dan pemahaman kepada masyarakat.

“Betapa pentingnya memilah sampah baik berupa sampah plastik dan sampah rumah tangga lainnya. Selain dapat mengurangi tumpukan sampah di TPS, tentu ini dapat bernilai ekonomi jika sudah dikelola oleh Bank Sampah yang ada,” tutup Agus. frs/jmg/*

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *