Parlementaria: Keder Digertak Bupati? Hanya Sehari Walkout, Golkar Balik Kucing Ikut Rapat

Singaraja, LIPUTAN68.com – Ternyata Fraksi Golkar DPRD Buleleng, Bali, tidak kuat bertahan di luar ruang rapat dewan. Sebagai bukti, Rabu (18/11/2020) Fraksi Golkar Buleleng balik kucing alias nonggol lagi di ruang rapat utama DPRD Buleleng di lantai dua Gedung utama DPRD Buleleng Jalan Veteran No 2 Singaraja.

Padahal, Senin (16/11/2020) lalu waktu rapat dewan penyampaian nota pengantar RAPBD 2021, Fraksi Golkar pimpinan Nyoman Gede Wandira Adi, ST, dengan gagah melakukan aksi walkout, tidak mengikuti rapat dewan.

Apakah Fraksi Golkar nyerah? Ataukah takut dengan gertakan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang juga Ketua DPC PDIP Kabupaten Buleleng bila Fraksi Golkar tidak mau menerima penjelasan eksekutif soal peminjaman dana PEN maka akan dilakukan voting? Entahlah! Yang pasti Ketua Fraksi Golkar Buleleng Nyoman Gede Wandira Adi nonggol lagi di ruang rapat utama DPRD Buleleng pada rapat paripurna dewan dengan agenda penyampaikan pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD atas RAPBD TA 2021.

Bahkan Wandira yang duduk di kursi deretan kedua juga menyampaikan pemandangan Fraksi Golkar. Pemandangan Fraksi Golkar itu pun langsung dibacakan Wandira dengan raut muka yang tidak bahagia. Semangat perlawanan yang diperlihatkan Wandira dan kawan-kawan di saat walkout pun tidak begitu jelas tergambar di penampilan Wandira di saat membacakan pemandangan umum Fraksi Golkar.

Kendati salah tingkah saat menuju podium dan saat memandang ke peserta rapat paripuran dewan sebelum memulai pembacaan pemandangan umum fraksi, namun Wandira dan fraksinya masih saja berkilah dengan menyatakan aksi walkout itu bukan semata mencari sensasi.

“Walaupun Fraksi Golkar kompak tidak hadir saat penyampaian nota pengantar bupati pada tanggal 16 November 2020, hal ini bukan semata-mata kami Fraksi Golkar mencari sensasi ataupun membuat gaduh suasana,” kilahnya.

“Tetapi kami semata-mata mengingatkan saudara bupati bahwa membangun Buleleng dengan rencana pinjaman yang melebihi pendapatan asli daerah sangatlah beresiko kalau pemanfaatannya bukan untuk hal-hal yang prioritas artinya penting dan mendesak,” ujar Wandira bersilat lidah.

Fraksi Golkar, ngaku Wandira, prinsipnya sependapat dengan rencana pinjaman dana untuk pemulihan ekonomi nasional. “Tetapi besaran dan peruntukkannya agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Buleleng dan terdistribusi secara merata di Sembilan kecamatan,” ujar Wandira.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *